Rabu, 27 Maret 2013

BUDIDAYA TANAMAN PADI DI POLYBAG





Lahan pertanian semakin lama semakin sedikit dan menyempit. Hal ini sudah banyak diketahui oleh khalayak umum bahwa pembangunan terutama di pulau jawa akan perumahan dan pertokoan kian marak. Pengaruh akan kebutuhan pangan menjadi persoalan utama yang harus dihadapi Negara ini terutama kebutuhan akan makanan pokok berupa beras.
     MAKA PARA ahli pertanian sekarang sudah banyak yang menggalakkan budidaya menanam padi dengan media polybag atau ember plastik sebagai salah satu solusi agar hasil pertanian terutama beras dapat sedikit teratasi. Walaupun solusi ini bukan sebagai penambahan lahan pertanian dan peningkatan hasil pertanian namun diharapkan menjadi salah satu alternatif kalau terus diperdalam dan dikembangkan.

     Menanam padi pada media polybag atau ember plastic memang lebih cocok dikembangkan diperkotaan karena ketiadaan tempat. Jika dikembangkan di pedesaan bertanam padi seperti ini sepertinya kurang tidak efektif, karena dipedesaan masih banyak tersedia lahan pertanian yang luas. Apalagi jika mempunyai hobi bercocok tanam maka cara ini sangat bagus untuk mengisi waktu luang, sehingga dapat menghasilkan padi sebagai bahan makanan pokok, menjadi tumbuh subur dengan buah yang menguning dan berisi. Hal ini serasa menjadikan sensasi tersendiri dan kebanggan yang luar biasa. Cara penanaman padi dengan media polybag:

A. Bahan yang dibutuhkan:
- Polybag/ember plastik dengan diameter 30-40 cm
- Benih padi
- Tanah
- Pupuk organik/kompos

B. H-6 Penyemaian Benih
1. Masukkan benih dalam air, benih yang mengapung dibuang dan yang tenggelam biarkan rendam selama 24 jam.
2. Benih diperam/bungkus daun/kain/kertas koran selama 24 jam.
3. Buatlah persemaian: 1 bagian tanah kering subur halus : 1 bagian Pupuk Organik Padat, aduk merata, diayak. Wadah persemaian dilapisi plastik. Tinggi lahan semai 5-7cm. Semaikan benih. Tutup benih dengan media semai tadi, tipis saja sekira 1-2mm.
4. Pertahankan kelembaban benih dengan cara menyemprotnya dengan air biasa, tiap 4-6 jam. Simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung/teduh.

C. H-1 menyiapkan Media Tanam
Buatlah media tanam: 60% tanah : 40% Pupuk Organik/kompos. Aduk rata. Masukkan ke dalam ember atau polybag tidak berlubang minimal 20ltr, volume 30ltr lebih baik. Media tanam agak “dibukitkan” untuk menanam benih ditengahnya, dan pengairan di pinggirannya. 

D. Hari H Penanaman
1. Tanamkan benih pada usia 5-7 hari.
2. Tarik pangkal benih menggunakan tangan kanan, jaga agar butir padi (gabah) yang masih menempel tidak rusak (butir padi berfungsi sebagai ari-ari nutrisi akar & daun benih muda).
3. Dorong pangkal benih secara horizontal dari pinggir hingga pangkal benih terbenam 1cm dengan butir padi menancap ke dalam tanah secara horizontal (pinggir), biarkan akar tergerai di permukaan tanah (jangan ditekan).
4. Hanya 1 batang benih, daun tidak dipotong.
5. Simpan di tempat terbuka-matahari penuh.

E. Pengairan/Penyiraman Sehari-hari
- Umur Padi 
0 – Berbunga merata, Berbunga merata-Padi Menguning, Padi menguning – Panen
- pengairan
macak-macak, rendam 2-3 cm, keringkan 

F. Panen
1. Lakukan panen seperti pada umumnya.
2. Jerami dapat digunakan untuk bahan baku Pupuk Organik Padat .
3. Tanah/ media tanam dapat digunakan untuk musim tanam berikutnya. Caranya: airi media tanam hingga lembek, kemudian balikkan/ telungkupkan sisa bonggol padi – Campur dan adukkan Pupuk Organik Padat – biarkan 1 minggu – tanami kembali benih dari persemaian seperti diatas.

Selasa, 26 Maret 2013

Beternak Perkutut, Siapa Mau Ikut




Penggemar burung berkicau tentu sangat mahfum dengan nyanyian: whur ketekuk,whurr ketekuk,kuk kuk, yang merupakan suara khas tersebut dilantunkan oleh perkutut yang sedang manggung. Tapi seberapa besar nilai bisnis yang terkandung di balik budidaya perkutut, bisa jadi belum banyak orang yang tak paham. Padahal kalau ditekuni, bukan tidak mungkin nantinya jadi bisnis yang prospektif.
Dibanding ternak unggas yang lainnya, perkutut punya beberapa kelebihan. Dari segi tehnis pengelolaan, tidak rumit. Modalnya, juga tidak terlalu besar, hanya investasi awalnya (untuk membuat kandang) saja yang memakan biaya lumayan.
Modalnya tidak banyak.
Sebagai gambaran, sepasang perkutut paling banter menghabiskan biaya untuk pakan dan obat-obatan sebesar Rp15 ribu/bulan. Sementara untuk beli 5 pasang indukan butuh Rp. 500.000 – Rp. 1 juta.
Untuk pembuatan kandang berukuran 90x70x180 cm3 atau 120x60x180 cm3 yang terbuat dari kayu/bambu dan ram-raman kawat, kurang lebih menelan biaya Rp 500 ribu. Kandang tersebut cukup bagi 1 atau 2 pasang. Dalam sebulan sepasang perkutut mampu menghasilkan 2 – 8 anakan dengan harga Rp.200 ribu/pasang.
Produktivitas perkutut dapat di tingkatkan dengan menitipkan telur atau anakan ke burung puter sebagai induk semang yang baru. Dengan cara ini perkutut mampu berkembang biak sampai 3 kali/bulan. Bahkan bisa ditingkatkan menjadi seminggu asal induknya diberi vitamin serta pakan yang berkualitas.
Tak sulit membudidayakannya
Secara tehnis beternak perkutut terbilang mudah. Dalam sangkar kecil seukuran kandang soliter (45x45x65 cm3) sudah bisa. Apalagi disangkar yang lebih besar. Kelebihan perkutut terutama karena mudah dan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru didalam sangkar.
Disamping itu, perkutut tidak gampang stress, jarang terkena penyakit, pakan melimpah dan murah. Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah pemeliharaan, kebersihan lingkungan, sangkar, minuman dan makan.
Agar hasil anakan sesuai dengan harapan, ada baiknya lebih dulu mempelajari tehnik perkawinan atau crossing. Tehnik ini perlu dilakukan secara berulang hingga mencapai anakan yang berkualitas. Ujung-ujungnya tentu saja duit. Makin baik mutunya, makin tinggi harganya.
Membidik pasar potensial
Sejauh ini pasar perkutut masih terbuka luas. Menurut perhitungan rasional, bila 10% dari 210 juta penduduk di Indonesia hobi memelihara burung, itu jumlahnya sama dengan 21 juta, taruhlah yang senang sama perkutut cuma 3 % atau 7 juta orang. Bila setiap orang ingin memiki 3 ekor, tinggal dihitung berapa kebutuhan perkutut di Indonesia.
Berdasarkan catatan Persatuan Pelestari Perkutut se Indonesia (P3SI), jumlah peternak saat ini ada 5 ribuan dengan 50 ribu kandang, sedangkan produksi per tahun baru sekitar 500 ribu ekor. Bila diambil rata-rata, setiap peternak menghasilkan 4.400 ekor senilai Rp 220 juta.
Segmen Pasar Perkutut
Singkat kata, kisaran harga perkutut memang bervariasi. Namun secara umum ada 5 segmen :
Pertama, segmen pasar yang menekankan perkutut untuk kepentingan lomba, konkurs atau sejenisnya.Segmen ini tentu membutuhkan perkutut yang berkualitas baik, sesuai aturan main yang ditetapkan P3SI. Tak heran bila perkutut yang didambakannya seharga ratusan juta rupiah.
Kedua, Segmen pasar yang menekankan pada sisi peternaknya. Bagi masyarakat peternak perkutut yang di pentingkan adalah kemampuan memproduksi anakannya secara optimal dengan suara dan irama anggungan yang baik dengan demikian harganya pun juga tinggi.
Ketiga, Yang mungkin dijangkau masyarakat penggemar perkutut. Segmen ini lebih menekankan unsur gengsi. Jadi, yang lebih menjadikan pertimbangan utama adalah irama yang disukai pemiliknya. Pada segmen ini perkutut akan bernilai jutaan samapai puluhan juta.
Keempat, Orientaisnya pada katuranggan. Pemilik meyakini bahwa perkutut dapat membuat pemiliknya memperoleh kebahagiaan, ketentraman hidup dan rezeki melimpah atau tanda-tanda baik lainnya. Masyarakat yang mengetahui bahwa katurangga perkutut yang akan dipelihara bakal mendatangkan kebaikan tentu akan membelinya dengan haraga berapapun.
Kelima, banyak orang yang memiliki perkutut dengan pertimbangan unik dan exotis. Mereka yang termasuk dalam kelompok ini akan mampu menghargai perkutut sampai juataan rupiah. Yusroni Hendridewanto (kiriman Anthan Warsita, Surabaya).

Analisis Keuntungan Usaha Ternak perkutut
  1. Investasi
  • Pembuatan Kandang Rp. 500.000
  1. Biaya lancar
  • Induk 5 pasang
@ Rp 200.000 Rp. 1.000.000
  • Pakan 5x Rp. 2.000 Rp. 10.000 - Obat dan
Vitamin Rp. 5.000
  • Total Biaya Lancar Rp. 1.015.000
  1. Pendapatan
  • Bila setiap induk mampu menetaskan 2 piyik, produksi anakan :
  • 5 x 2 x Rp.200.000 Rp 2.000.000
  1. Keuntungan (C - B) :
  • Rp 2.000.000 – Rp 1.015.000 = Rp 985.000

Analisis Keuntungan Usaha Ternak Perkutut Dengan Pengeraman Induk dan Jasa Puter
  1. Investasi
  • Pembuatan kandang dan penyusutan 10 % tahun Rp 1.822.500
  • Pembelian 50 pasang induk @ Rp 200.000 Rp 10.000.000
  • Total Investasi Rp 11.822.500
  1. Biaya lancar
  • Pakan perkutut Rp2000/bulan/pasang, setahun Rp 1.200.000
  • Pakan puter Rp3000/bulan/pasang setahun (sepasang perkutut butuh 2 pasang puter) Rp 3.600.000
  • Vitamin dan obat-obatan Rp 50.000/bulan, setahun Rp 1.200.000
  1. Pendapatan
  • Induk langsung pertahun menetas 8 kali harga anakan 10 % dari induk = Rp. 1.000.000 x 8 Rp 8.000.000
  • Menggunakan jasa puter pertahun menetas 24 kali harga anakan 10 % dari induk = Rp 1.000.000 x 24 /tahun Rp24.000.000

·  Keuntungan Pertahun (C – B)
  • Induk langsung = Rp 8.000.000 – (Rp 1.200.000 + 1.200.000) = Rp 5.600.000
  • Menggunakan jasa puter = Rp 24.000.000 – (Rp 3.600.000 + 1.200.000) Rp 19.200.000

Memilih perkutut bisa dimulai dari piyikan/anakan. Bisa juga yang sudah dewasa. Berikut ini adalah tips memilih perkutut yang baik :
  • Sehat, aktivitasnya lincah, fisik baik, tegas, gagah , bulu-bulunya halus dan teratur rapi.
  • Tatapan mata tajam tetapi lembut, mata bulat dan bersih, paruh agak lurus normal, kaki warnanya terang.
  • Nafsu makannya normal – aktif.
  • Suaranya minimal normal atau suara yang memenuhi kriteria yang biasa di sukai penggemar. Lebih bagus sesuai ketentuan P3SI.
  • Tahu persis silsilah atau garis keturunan. Ini dimaksud untuk mengetahui mutu nenek moyang perkutut yang akan di ternakan.

Bila dikaitkan dengan konkurs/lomba atas dasar penilaian suara, ikuti kriteria versi P3SI.
  • Suara depan, dengan ketentuan panjang, mengayun/membat dan bersih.
  • Suara tengah, dengan kriteria bertekanan , lengkap dan jelas.
  • Irama, dengan ketentuan senggang, lenggang, elok dan indah.
  • Dasar suara(air sungai/lantar suara), dengan kriteria tebal, kering bersih dan jernih.

Prinsip Beternak Perkutut dan Pemasaran
1.        Pilih yang baik dan sehat, baik jantan maupun betina.
2.        Mempersiapkan kandang, perpasang bisa seukuran 80x80x80 cm atau 60x120x180 cm. Beratap, terlindung dari hujan dan angin posisi tidak terisolir tetapi tenang suasananya.
3.        Melakukan mendekatkan induk jantan dan betina untuk penjodohan . Umur yang jantan paling tidak 12 bulan dan betinanya 10 bulan.
4.        Pakan tersedia secara cukup seperti jewawut, milet, biji kenari, ketan hitam, beras merah, gabah mini, pakan ayam 521, dan vitamin.
5.        Pada saat mengeram (telur 2 butir), induk tidak boleh diganggu, biarkan suasananya tenang. Telur bisa dititipkan ke burung puter.
6.        Anakan akan menetas selama 14 hari dierami dan piyik akan diasuh induknya selama 25 hari. Pada umur itu, piyik sudah dapat dipisahkan dan dipindahkan ke sangkar perawatan.
7.        Melakukan silang menyilang dengan kerabat bisa dilakukan untuk mendapatkan mutu perkutut yang digemari para hobiis dan memiliki nilai jual yang tinggi.
8.        Piyik dalam pemeliharaan pada segala umur laku dipasaran.
9.        Sistem pemasaran berlangsung secara tradisional, dari mulut ke mulut, secara profesional dan menggunakan cara-cara pemasaran modern.
10.      Kemungkinan ekspor dalam jangka panajang, sangat terbuka luas anatara lain ke Thailand, (walaupun saat ini kita masih import), singapura, malaysia, Filipina, Suriname (50 % penduduknya dari jawa) dan lain-lainnya.

Mengenal lebih Jauh Tentang Perkutut
  • Perkutut yang selama ini dikenal adalah perkutut lokal dan perkutut Bangkok. Walau – pun asalnya dari Bangkok, sebenarnya sama saja dengan perkutut Indonesia.
  • Pakan utama perkutut adalah biji-bijian, rumput dan padi-padian. Diperternakan tak jarang diberikan beras merah, milet, butiran jagung, campur makanan pabrik dengan kandungan protein tinggi, ditambah vit dan mineral pada makanan atau minumannya.
  • Musim kawinnya terjadi pada bulan April- Juni Sarangnya berbentuk mangkuk dan cekung, bertelur 2 butir. Telur akan dierami perkutut jantan maupun betina. Masa pengeraman 14 hari

Budidaya Tanaman Jabon (Antocephalus codamba)



Merupakan salah satu jenis kayu / pohon yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada :

Ketinggian              : 10-2000 m dpl
Curah hujan            : 1250-3000 m/th
Perkiraan suhu        : 100 C – 400 C
Kondisi tanah (PH) : 4,5 – 7,5
Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya, termasuk albasia (sengon). Dari hasil uji coba yang telah kami lakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa kriteria, diantaranya sebagai berikut :

  • PERTUMBUHAN
Pertumbuhan pohon jabon sangat cepat bila dibandingkan dengan jenis kayu keras lainnya :
1. diameter batang dapat tumbuh berkisar 10cm/th
2. tinggi batang pada usia 12 tahun dapat mencapai 20 meter, sehingga pada usia 6-8 tahun sudah dapat dipanen.

  • BATANG
1. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
2. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri
  • PENANAMAN dan PERAWATAN
Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang dan tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya.

  • PEMASARAN
Karena jenisnya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan pada industri kayu lapis (plywood), bahan baku meubel dan furniture, serta bahan bangunan non kontruksi.

Keunggulan inilah yang membuat pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan industri kayu lapis siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.

  • NILAI EKONOMIS
Budidaya tanaman jabon akan memberikan berbagai keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun (asumsi harga terendah, dan batang terkecil) pada setiap batang kayu jabon diperoleh :

- tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12m
- diameter batang rata-rata 30 cm
Maka dari tiap batang pohon jabon menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,00

Sehingga harga terendah 1 batang pohon jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000,00








http://3.bp.blogspot.com/-9LeiEe1RFik/TwKPEyqBmfI/AAAAAAAAASM/R7NZn-jlgag/s400/jabon-merah.gif
jabon merah umur 3 bulan


TULANG DAUN JABON MERAH


investasi di bidang kehutanan atau pohon kayu selalu mengungguli investasi di bidang lainnya selama 30 tahun terakhir, yang secara konsisten memberikan tingkat pengembalian minimal 15% per tahun selama beberapa dekade terakhir. Perusahaan investasi terkenal seperti Jeremy Grantham pun telah menggunakan investasi di bidang ini sebagai lindung nilai yang efektif terhadap inflasi selama bertahun-tahun (bahkan Grantham memegang 20% dari portofolio investasi pribadinya di sektor Kehutanan), dari investasi sebesar £ 1 juta ( sekitar 14 milyar) pada tahun 1990 dapat menghasilkan pengembalian sekitar £ 16.366.537 (sekitar Rp.233,5 milyar) di tahun 2010 kemaren.

lalu bagaimana supaya kita juga bisa merasakan bahwa investasi ini adalah yang terbaik, dan bagaimana pula investor kecil, yang mungkin tidak memiliki modal investasi  sampai puluhan milyar, bisa berinvestasi dan mengambil keuntungan dari bisnis risiko rendah namun  pengembalian  tinggi yang selama selama puluhan tahun ini hanya baru bisa dinikmati oleh investor besar tersebut?

Ada beberapa pilihan investasi  yang tersedia untuk investor kecil supaya bisa berinvestasi di bidang ini, seperti investasi menanam jabon merah samama, jabon putih, kayu putih, gmelina, sengon, surian dll. Investor bisa memilih sendiri  dari mulai pemilihan jenis pohon yang akan ditanam sampai tempat atau lokasi untuk menanam pohon kayu yang telah dipilih,  Pemilihan investasi jenis ini juga tergantung dari seberapa lama anda menginginkan dana investasi anda kembali lagi, semakin cepat, semakin besar tentunya semakin baik. 

Bahkan saat ini banyak perusahaan ataupun perorangan yang menawarkan kerjasama investasi dibidang ini, mereka  rata rata menawarkan sistem kerjasama investasi bagi hasil atau syariah namun ada pula yang menawarkan kenaikan persentase per tahun. Paket investasi yang ditawarkan pun beragam dari yang per hektar sampai yang per pohon. Paket per hektar pun bermacam macam juga tergantung dari berapa jumlah pohon yg ingin kita tanam biasanya antara 500 sampai 2500 pohon tergantung pola tanam. Besaran nilai investasi dan  tingkat keuntungan yang ditawarkan pun bervariasi padahal jenis dan jumlah pohon yang ditawarkan sama persis, hal ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor contohnya harga beli bibit, upah buruh, keadaan lahan dsb tergantung dari dimana lokasi perkebunan itu berada.

Memilih mitra investasi yang dapat memberikan keuntungan yang maksimal serta membuat hati aman dan tentram tentu saja tidak mudah, salah memilih mitra bisa fatal akibatnya,  bukannya laba yang diperoleh namun kerugianlah yang kita dapatkan ya rugi uang ya rugi waktu, tentunya kita tidak mau seperti itu bukan. Untuk itu kita perlu mengetahui dan memahami tips atau cara -cara  memilih mitra investasi pohon kayu yang menurut kita paling baik. 
  
Beberapa tips memilih mitra investasi budidaya pohon kayu : 
  •        Pengalaman penanaman
  •        Pengalaman panen
  •        Tenaga teknis Pengelolaan
  •        Jaminan pemasaran
  •        Rasio  keuntungan yang di tawarkan
  •        Lokasi dan Kualitas lahan perkebunan
  •        Jangka waktu investasi
  •        Jaminan keamanan investasi
  •        Dll

Tips di atas hanya sekedar garis besarnya saja untuk penjelasannya mungkin di postingan yang berikutnya, dan sekedar informasi tips diatas saya peroleh dari hasil wawancara dan bertanya sana sini baik kepada investor maupun kepada orang orang yg sudah berpengalaman di bidang yang satu ini.

Perkebunan jabon merah samama yang dikelola dengan sangat baik untuk menghasilkan pohon yang pertumbuhannya cepat serta berkualitas, cenderung menyerap karbon dioksida lebih baik dari hutan yang tidak dikelola dengan baik apalagi yang ditelantarkan dan ridak terurus.

Karbon dioksida diyakini sebagai penyebab utama gas rumah kaca, tetapi meskipun begitu tetap diperlukan untuk keseimbangan kehidupan. Pohon dan tanaman lainnya yang tumbuh dengan baik di hutan  mengubah karbon dioksida menjadi biomassa dan melepaskannya ketika mereka membusuk atau bernapas. suatu proses yang telah berjalan lama untuk menjaga kesimbangan alam. Namun proses tersebut akan menjadi terganggu apabila pohon dan tanaman tidak bisa menyerap CO2 yang terlalu  banyak melebihi kemampuan penyerapan CO2 pohon dan tanaman. 

Semakin banyaknya perkebunan pohon jabon merah samama yang dikelola dengan baik akan sangat membantu menyerap sejumlah besar CO2 yang semakin banyak akhir akhir ini sehingga keseimbangan alam bisa diperbaiki lagi, seperti halnya hutan yang akan terus menyerap karbon di atmosfer selama berabad-abad jika dibiarkan tidak terganggu atau ditebangi secara brutal. Akibat terganggunya hutan maka proses pun terganggu dan perkebunan jabon merah  adalah salah satu solusi untuk membantu proses yang dijalankan hutan selama ini. Untuk itu marilah kita berdayakan lahan kritis atau kebun kita untuk ditanami jabon merah yang terkelola dengan baik sehingga dapat membantu proses keseimbangan kehidupan alam.
Jabon Merah Samama merupakan salah satu andalan tanaman pohon perkebunan yang tumbuh cepat (fast growing species). Tinggi tanaman mencapai 40 m dgn batang bundar dan tegak lurus, lingkar batang mencapai 150 cm (diameter 40-50 cm). jabon merah samama merupakan tanaman pioner yang toleran cahaya sehingga dapat hidup dibawah naungan sekalipun. jabon merah samama ini dapat hidup di ketinggian 100-1000 mdpl dan yang menjadikan jabon merah samama cocok untuk pohon perkebunan adalah pohon ini siap panen pada umur 6 - 10 tahun.

Jabon merah samama umur 10 tahun rata-rata volume dalam satu pohon adalah 0,8 - 1,0 m3 bahkan bisa lebih untuk perawatan maksimal. jabon merah samama mampu berkembang biak secara dominan. Perbanyakan dapat dibuat dengan cabutan/anakan di hutan, untuk membuat bibit jabon merah samama dalam jumlah besar bisa dengan menyemaikan biji.dari penaburan 200 gr saja bisa menghasilkan 100 rb bibit pohon jabon merah samama. Hasil pengujian di laboratorium berat jenis (density) Jabon Merah samama ini adalah 0,44 – 0,51 atau  diatas Jabon Putih. Warna kayu jabon merah samama  kemerah-merahan menyerupai kayu meranti.

http://1.bp.blogspot.com/-eWElDdJB3EQ/TpWJpQYWguI/AAAAAAAAAKE/PHvpPrzDyrA/s320/IMG00077-20110731-1054.jpg
JABON MERAH SAMAMA YANG DITUMPANG SARI
 CIRI-CIRI KHAS BIBIT JABON MERAH SAMAMA
1.  Jabon merah samama ini  berasal dari Sulawesi, Maluku, Halmahera dan Papua
2.  Warna buah jabon merah samama coklat muda kemerah-merahan
3.  Ukuran buah jabon merah samama berdiameter 3-4 cm
4.  Biji jabon merah samama lebih besar daripada biji Jabon Putih, warnanya coklat kemerahan sebesar kutu tungau
5.  Dalam 1 ons benih jabon merah samama berpotensi bisa menjadi 25.000 - 50.000 bibit (tergantung kepandaian pembuat bibit)
6.  Setelah jadi bibit warna keseluruhan berwarna kemerah-merahan bukan hanya sebagian dari bibit
7.  Permukaan daun berbulu kasar seperti daun Jati
8.  Kuncup daun muda pohon jabon merah samama mirip kelopak daun berwarna lebih merah
9.  Bentuk daun jabon merah samama lebih lonjong dan lancip, tidak seperti daun Jabon Putih yang bentuknya lebih oval.
10. Warna tulang daun jabon merah samama kelihatan jelas berwarna merah.
http://2.bp.blogspot.com/-QrIZ1oM7J0g/TpPwgoW73SI/AAAAAAAAAJY/QcYCQkGEQ_E/s400/IMG00106-20110731-1416.jpg
JABON MERAH SAMAMA UMUR 8 BULAN

Selain diambil kayunya, kulit kayu Jabon Merah samama dapat dipakai obat yang berkhasiat untuk:
  • Penambah stamina
  • Mengurangi rasa lelah
  • Penurun kolesterol
  • Penyubur kandungan

Cara mengolah untuk obat
  • Kulit kayu Jabon Merah Samama dicuci bersih kemudian dipotong 1 x 3 cm lalu dijemur sampai kering
  • Jika ingin digunakan ambil 5-7 potong kemudian diseduh dengan air mendidih 1 gelas
  • Biarkan sampai hangat
  • Diminum pagi atau sore setelah makan
Budidaya pohon jabon merah samama akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar.  harga kayu jabon merah per kubik untuk bulan agustus tahun 2011 adalah Rp.1.200.000 per kubik. Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan minimal sebesar 15% per tahun, seiring dengan tingkat kebutuhan/permintaan kayu jabon merah samama yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu  semakin lama semakin terbatas. Jadi untuk masa panen 8 tahun ke depan diperkirakan harga kayu jabon merah akan mengalami kenaikan sekitar 120% dari harga sekarang atau menjadi sekitar Rp. 2.640.000  per m3. Dalam 1 Ha lahan,  dengan jarak tanam 4 m x 6 m, dapat ditanam sebanyak   625 batang bibit jabon merah samama.