Selasa, 26 Maret 2013

Jenis Tanaman Yang Cocok Ditanam Di Pekarangan/Halaman Rumah Yang Kosong




Jika anda punya lahan di halaman / perkarangan rumah sebaiknya dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai apotik hidup, lumbung hidup dan warung hidup yang dikelola oleh semua anggota keluarga. Terutama bagi yang berpenghasilan ekonomi menengah ke bawah akan sangat terbantu dengan adanya tanaman bernilai guna di sekitar tempat tinggal.
Menanami pekarangan rumah tidak hanya dapat memperindah / mempercantik rumah kita namun juga bisa menjadi penambah bahan makanan dan juga tambahan penghasilan. Dengan begitu keluarga bisa menghemat pengeluaran walaupun tidak signifikan namun cukup berarti jika dilihat dari berbagai manfaat yang didapat.
Dalam menanami kebun kecil kita sebaiknya memilih beberapa dari jenis / macam tanaman sebagai berikut :
A. Kelompok Tanaman Sayuran
1. Pagar Hidup :
- Katuk
- Singkong
- Kangkung
- Beluntas
- Lamtoro
- Mangkokan
- Pandan
2. Sayuran Daun-Daunan
- Bayam
- Labu Siam
- Kedondong
- Melinjo
- Sawi Putih
- Sawi Hijau
- Krokot
- Selada
- Talas
- Genjer
- Pepaya
- Petsay
- Koro
- Mengkudu
- Kacang Panjang
- Jambu Mede / Jambu Monyet
3. Sayuran Buah-Buahan
- Wortel
- Terong
- Pare
- Tomat
- Oyong / Gambas
- Labu
- Pepaya
- Labu Air
- Labu Siam
- Cabe-Cabean / Cabai
- Jeruk Nipis
4. Sayuran Kacang-Kacangan / Polong-Polongan
- Kecipir
- Melinjo
- Kacang Kapri
- Buncis
5. Sayuran Bunga-Bungaan
- Kembang Kol
- Kembang Turi
- Bunga Pisang
- Bunga Pepaya
6. Sayuran Lain-Lain
- Jamur-Jamuran yang layak konsumsi
B. Kelompok Tanaman Buah
- Pepaya
- Kedondong
- Sawo
- Jambu Monyet / Jambu Mete
- Pisang
- Sirsak
- Mengkudu
- Jambu Biji / Jambu Klutuk
- Nanas
- Jambu Air
- Jeruk Bali
- Belimbing
- Serikaya
- Rambutan
- Mangga
- Delima
C. Beternak dan Memelihara Ikan (Tambahan)
Jika masih ada banyak lahan yang tersisa dan diperbolehkan maka tidak ada salahnya menambah budidaya ternak unggas dan ikan untuk menambah makanan protein hewani bagi keluarga.
1. Hewan Ternak
- Bebek
- Ayam
- Kelinci
- Kambing
2. Ikan-Ikanan Kolam
- Ikan Mujair
- Ikan Nila
- Ikan Tawes
- Ikan Lele
- Ikan Mas
- Belut
Sebelum memanfaatkan pekarangan dengan menanami tanaman atau memelihara binatang yang bisa dimanfaatkan sebaiknya banyak-banyak belajar dari buku, internet, orang yang berpengalaman, dan lain-lain agar hasil yang didapat bisa maksimal dan memuaskan.

Membuat Halaman Menjadi Taman

Republika Online, Minggu, 03 September 2006
Pernahkah Anda membayangkan kalau suatu saat kelak halaman atau pekarangan rumah Anda bakal bisa menjadi taman buah atau taman bunga yang indah nan cantik? Ya, hal itu dapat terujud, tergantung kemauan dan keseriusan kita.
Menurut pengusaha tanaman buah dan bunga, siapa saja, yang rumahnya memiliki halaman, dapat membangun pekarangannya menjadi taman buah atau taman bunga. Sebab untuk mewujudkan itu tidaklah sulit, hanya perlu keuletan dan perawatan atas tanaman-tanaman tersebut.
”Waktu kita memang akan sedikit tersita untuk mengurusi tanaman itu, misalnya mengatur penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan sesekali mengawasi kemungkinan datangnya hama tanaman,” ujar Yanti Permana, pengusaha tanaman buah dan bunga di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Menurut wanita yang sudah sepuluh tahun berbisnis tanaman, saat ini banyak bibit buah atau bunga yang dijual di pasaran. Tanaman tersebut umumnya merupakan bibit unggul yang siap dikembangkan. ”Kita tinggal memilih bibit jenis buah atau bunga apa yang kita inginkan, semuanya tersedia,” ujarnya. Tanaman bibit buah dan bunga bisa ditanaman di halaman atau di pekarangan rumah dengan menggunakan pot. Untuk tanaman buah, biasanya menggunakan pot yang lebih besar, seperti drum, sementara untuk bunga, potnya lebih kecil.
Tanaman-tanaman ini semuanya cocok ditempatkan dimana saja, tapi sebaiknya diletakkan di titik yang mendapat sinar matahari. ”Ini agar pertumbuhannya lebih bagus,” paparnya.
Untuk jenis tanaman buah yang akan ditanam, dianjurkan agar disesuaikan dengan luas halaman atau pekarangan rumah. Jangan sampai pekarangannya kecil, lantas menanam bibit durian, misalnya. Ini tentu kurang cocok, sebab, pohon durian akan tumbuh agak tinggi dan perkembangannya melebar.
Yang lebih pas untuk ditaman di lahan yang lebih kecil, misalnya rambutan, jambu, sawo, atau mangga. Tanaman pot ini bisa berbuah meskipun pohonnya masih kecil dan pendek.
Untuk tanaman bunga, kita memilih pot yang sesuai dengan selera, tapi disarankan ukurannya tidak terlalu besar. Sebab terkadang pot yang besar akan mengganggu keindahan dari bunga itu sendiri. ”Disesuaikan dengan ukuran bunganyalah.” papar Yanti.
Lantas bagaimana tanaman itu agar cepat berbunga atau berbuah. Suwardi, petani tanaman di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, menjelaskan, sebenarnya tidak ada kiat khusus agar tanaman itu cepat berbunga atau berbuah. Perawatannya pun biasa saja, namun perlu meluangkan waktu untuk mengurusinya agar kelak mendapatkan hasil yang maksimal.
Untuk tanaman bunga, lanju Suwardi, kita perlu mencocokkan jenis bunga dengan media serta pupuknya. Misalnya, bunga mawar. Medinya adalah tanah yang dicampur dengan kotoran hewan yang sudah kering. ”Agar tanaman ini cepat berbunga kita perlu memberinya pupuk NPK,” ujarnya.
Harus dipangkas
Dalam perawatan bunga mawar, harus dipangkas dan dipotong batangnya. Setiap kali selesai berbunga, batangnya dipotong hinga pendek. Dengan begitu akan muncul lagi tunas yang bercabang. Begitu dipangkas, pupuk NPK ditabur kembali di sekeliling batang (jangan mengenai batang dan daun). Makin banyak cabangnya, akan makin banyak pula bunga yang muncul. ”Dengan cara ini bunga akan terus muncul,” papar Suwardi.
Tanaman bunga lainnya juga hampir sama, misalnya bunga bougenvil. Tetap dilakukan pemangkasan dan pemberian pupuk NPK. Disebutkan, pupuk NPK cocok untuk hampir semua jenis tanaman bunga, termasuk buah. Pupuk ini akan lebih cepat merangsang munculnya bunga dan buah pada tumbuhan. Untuk tanaman buah, juga perlu pemupukan yang rutin, misalnya setiap tiga bulan sekali. Sekarang, seiring dengan makin manjunya industri pertanian, jenis pupuk yang ada di pasaran pun semakin beragam. Ada pupuk khusus untuk daun yang merangsang munculnya putik, ada juga untuk akar dan batang. ”Intinya pupuk itu semua bagus, asalkan sesuai dengan anjuran pemakaiannya.”
Sama dengan bunga, tanaman buah juga harus dipangkas, agar tunas dan cabang baru muncul serta pertumbuhannya tidak terlalu tinggi. Kata Suwardi, diusahakan juga agar daunnya tidak terlalu rimbun, karena itu perlu dipangkas. Dan yang paling penting, jangan lupa melakukan penyiraman, paling tidak dua kali dalam sehari. ”Kalau hal ini rutin dijalankan, tanaman buah dan bunga akan mendapatkan hasil maksimal. Dan halaman rumah Anda bakal berubah menjadi taman bunga atau taman buah.”
baiknya bukan semata2 estetis (indah dipandang) tetapi terlebih2 harus fungsional:

*peneduh. menciptakan "iklim" mikro, sehingga angin yg masuk ke pekarangan dan ke dalam rumah akan lebih sejuk karena telah mendapat bulir2 uap air. mangga adalah salah satu yg tajuk pohonnya tepat sbg peneduh.

*tanaman berbunga. tidak harus tanaman bunga. bisa hortikulutra: mangga, rambutan, jambu air/bol, belimbing, sawo, atau daun kupu2 (bauhinia), bunga merak, kaliandra. tanaman ini dapat memancing beragam jenis burung pemakan serangga. karena bunga meng-attract datangnya serangga. buahnya bisa dinikmati atau dibagikan ke tetangga dan anak2 sekolah yg lewat di depan rumah; jadi pahala kaaan... :)

*jenis2 tanaman apotik hidup. bisa jadi media bahan obat2an alternatif juga sekalian pendidikan anak. obat sakit itu bukan obat pabrik, nak... jaga kesehatan dan daun ini, pucuk itu, bungan ini, dan akar itu...

untuk lebih jelasnya bisa mampir ke toko buku. banyak buku tentang tanaman2 berguna. atau bisa mampir ke perpustakaan puslitbang LIPI di bogor. referensi lengkap...

Alangkah senangnya menyaksikan tanaman buah-buahan di halaman rumah tumbuh subur. Dalam benak Anda terbayang nikmatnya memetik buah-buah yang sudah matang saat panen kelak. Namun, apa jadinya jika harapan itu tak terwujud? Lima tahun lebih sama sekali tak ada tanda-tanda berbuah, bahkan berbunga pun tidak. Yang tumbuh subur hanya daunnya. Segala saran sudah Anda ikuti, tapi tanaman itu tetap saja enggan berbuah. Nah, simak tips berikut:
1.      Lukai batangnya untuk memutuskan jaringan phloem sehingga aliran karbohidrat dari tajuk pohon (daun) ke bagian perakaran berhenti, sehingga pohon terangsang untuk berbunga.
2.      Beri pupuk dan fosfor tinggi untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Saat pemupukan sebaiknya dilakukan sebelum pukul 9 pagi, atau sekitar pukul 4-6 sore.
3.      Beri hormon tumbuh. Caranya, encerkan hormon dalam air, lantas semprotkan pada daun. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah.
4.      Pangkas ranting dan daun agar sinar matahari dapat leluasa menggapai daun-daun, dan sirkulasi udara bisa merata ke seluruh tanaman.
5.      Lengkungkan cabangnya, karena bunga-bunga akan sulit tumbuh di cabang yang kondisi tumbuhnya tegak lurus.
6.      Rajin-rajinlah menyiram.
Originally Posted by 1
1. Leci Kom

Leci Kom adalah leci dataran rendah yang berasal dari Cina Selatan yang adaktif di dataran rendah dan panas yang menurut cerita dibawa oleh seorang saudagar asal Cina yang merapatkan kapalnya di Samut Songkhram Thailand. Famili Sapindaceae ini dulunya adalah buah kesukaan Yang Kuei Fei - seorang selir dari Kaisar Hsuan Tsung pada zaman dinasti Ming di Cina.

Hampir semua kebanyakan penduduk di Samut Songkhram bertanam leci kom. Varietas leci unggul ini bersosok pendek dan bertajuk kompak, cocok dengan namanya yang berarti kerdil. Terbukti tanaman disana yang berumur 20 tahun pun rata-rata hanya setinggi 4-5 meter saja. tanaman leci kom baru belajar berbuah pada umur kira-kira 3-4 tahun dengan bibit hasil cangkokan. Di Payangan Bali, dengan umur 10 tahun baru berproduksi hanya beberapa dompol saja meski pada umur 5 tahun sudah mencapai panenan sekitar 25 kg.

Leci Kom di Samut Songkhram Thailand Utara tumbuh di kebun-kebun yang hanya berjarak puluhan kilometer dari laut atau tepi pantai dan kurang lebih hanya 50 meter dpl dengan panas mencapai 40 derajat Celsius. Lantaran sudah beradaptasi dengan iklim tropis, leci kom berbeda dengan varietas leci dataran tinggi. Bila leci dataran tinggi membutuhkan udara dingin 10-12 derajat di malam hari selama sekitar 50-100 jam supaya berbunga yang menjadi cikal dari buah, leci kom hanya memerlukan 30-50 jam dengan suhu 15-20 derajat, kata seorang pakar tanaman di Thailand.
Semoga dengan catatan pendek ini, leci kom bisa menjadi pilihan anda untuk ditanam di halaman rumah anda atau di kebun karena leci yang biasa hanya bisa berbuah di dataran tinggi saja. Kini leci kom menjadi pilihan untuk ditanam di dataran rendah dan panas....
Quote:
Originally Posted by 2
2. Tabulampot Klengkeng

Secara umum terdapat dua tipe klengkeng yaitu klengkeng tropika dan subtropika (temperate). Namun akhir-akhir ini kian populer dengan adanya klengkeng yang sudah diadaptasikan dengan iklim tropika. Untuk jenis yang pernah populer adalah klengkeng pimpong dan diamond river. Keduanya dapat berbuah dengan mudah didalam pot tanpa induksi pembungaan.Berbeda dengan jenis unggul klengkeng itoh dimana harus ada proses induksi pembungaan dengan diberi Kalium Klorat (KCL03) atau Natrium Klorat (NaCL03). Induksi adalah proses perangsangan pada pohon agar berbuah / berbunga.


Lantaran sifat unggulnya, klengkeng diamond river, pimpong,dan itoh sempat laris di pasaran. Dalam setahun, ada nursery yang bisa menjual kurang lebih 35.000 batang dimana kebanyakan pembelinya adalah para hobiis. Namun akhir-akhir ini banyak pekebun-pekebun mulai membeli pohon tersebut guna memenuhi permintaan buah klengkeng yang sampai sekarang masih diimport dari negara-negara tetangga.

Untuk klengkeng pimpong, pada umur 3 tahun perpohonnya bisa menghasilkan buah sampai 25 kg dan untuk klengkeng diamond river bisa mencapai 40 kg perpohonnya, itu belum termasuk bila ada panen susulan. Kedua klengkeng tersebut selain jumlah buahnya yang banyak juga sangat mudah ditanam di pekarangan rumah atau di dalam pot karena tidak memerlukan perlakuan yang khusus,cukup dengan pemberian pupuk kandang secara berkala. Untuk klengkeng pimpong, dalam kondisi prima buahnya bisa mencapai diameter 3-4 cm, sedangkan untuk klengkeng jenis lain hanya bisa mencapai diameter 2.5 cm. Namun untuk ukuran banyaknya dompolan buah, diamond river tetap lebih unggul meski untuk klengkeng itoh bisa mencapai 4 kg setiap dompolannya yang berisi kurang lebih 80 butir buah klengkeng.
Quote:
Originally Posted by 3
3. Beach Cherry (Eugenia Reinwardtiana)


Asal tanaman ini adalah Australia dan didatangkan ke tanah air pada tahun 1996 oleh Dr.Muhammad Reza Tirtawinata . Beach Cherry adalah tanaman yang mudah dirawat, dan hanya mengandalkan pupuk kandang sebagai sumber nutrisi dengan komposisi 1:1:1 antara pupuk kandang, sekam mentah, dan tanah sebagai media tanamnya. Bila menginginkan hasil yang lebih maksimal disarankan untuk memberikan pupuk kimia NPK dengan perbandingan 16:16:16 agar tanaman tumbuh dengan subur dengan cara pemberian 1 sendok makan sekali dalam satu bulan.

Agar penampilan pohon lebih menarik, tanaman beach cherry harus rajin dipangkas. Selain lebih menarik, pemangkasan diperlukan untuk merangsang tumbuhnya cabang-cabang baru yang nantinya akan memunculkan bunga dan buah. Pemangkasan dilakukan pada saat tanaman berumur 4 bulan atau bila cabang-cabang tanaman sudah sebesar lidi.Bila beach cherry ditanam dari biji akan memerlukan waktu 2,5 sampai 3 tahun untuk dapat dilakukan pemangkasan karena pertumbuhan tanaman melalui biji akan sangat lambat.

Beach Cherry adalah tanaman buah yang tahan akan serangan penyakit. Biasanya terserang hama kutu putih, itupun karena disebabkan tanaman yang berada di sekitarnya. Untuk serangan kutu putih, cara yang palig mudah untuk menanggulanginya adalah dengan menyemprotkan insektisida yang telah dicampur dengan deterjen karena deterjen dapat membantu membuka selubung putih pada kutu tersebut sehingga insektisida dapat bekerja secara maksimal.

Tebuwulung Nursery telah membudidayakan tanaman beach cherry dengan sistem sambung susu dengan menggunakan batang bawah dari pohon vermillion/shianto. Dengan perawatan dan pemangkasan yang teratur, tanaman beach cherry dapat menjadi pilihan koleksi tanaman anda di rumah dan dapat mempercantik halaman rumah anda. Selamat mencoba..!!
Quote:
Originally Posted by 4
4. Tabulampot Srikaya Jumbo (Anona Squamosa)

Membuahkan tabulampot sangat mengasikkan. Bagi anda yang ingin mencobanya, srikaya jumbo bisa menjadi pilihan. Buah srikaya (anona squamosa) yang sering kita kenal adalah srikaya lokal yang ukurannya hanya sekepalan orang dewasa dengan daging buah yang tipis dan biji yang banyak. Dan biasanya kita banyak menjumpainya di halaman2 rumah sebagai penghias halaman rumah. Tapi anda bisa lupakan itu semua karena saat ini ada varietas baru yang berasal dari Australia, dan kita biasa menyebutnya srikaya jumbo karena memang berukuran jumbo dimana ukuran perbuahnya bisa mencapai 1 kg.

Disamping itu, daging buahnya tebal dan berbiji sedikit. Srikaya Jumbo bisa ditanam sebagai tabulampot dengan cara sambung pucuk/okulasi dimana dengan cara ini pohon akan cepat berbuah dan hasilnya bisa maksimal dengan ukuran buah yang besar, bisa mencapai 1kg perbuahnya, daging buahnya tebal, berwarna putih, kering, dan rasanya manis sekali. Menurut Agus Sudarto, Tebuwulung Nursery telah membiakkan srikaya jenis ini dengan peminat yang banyak dikarenakan perawatannya yang terbilang mudah. Selain srikaya jumbo, kami juga membiakkan srikaya merah dengan sistem dan perawatan yang sama dengan srikaya jumbo yaitu sistem sambung pucuk/okulasi dengan batang bawah menggunakan pohon srikaya lokal. Dengan cara ini pohon akan lebih cepat berbuah dengan hasil yang maksimal sehingga dapat memikat mata yang memandangnya... Selamat mencoba..!! (Kontak: Agus Sudarto 085711577657, 085885904008)
Tips Mempercepat Tanaman Berbuah

Alangkah senangnya menyaksikan tanaman buah-buahan di halaman rumah tumbuh subur. Dalam benak Anda terbayang nikmatnya memetik buah-buah yang sudah matang saat panen kelak. Namun, apa jadinya jika harapan itu tak terwujud? Lima tahun lebih sama sekali tak ada tanda-tanda berbuah, bahkan berbunga pun tidak. Yang tumbuh subur hanya daunnya. Segala saran sudah Anda ikuti, tapi tanaman itu tetap saja enggan berbuah. Nah, simak tips berikut:
1. Lukai batangnya untuk memutuskan jaringan phloem sehingga aliran karbohidrat dari tajuk pohon (daun) ke bagian perakaran berhenti, sehingga pohon terangsang untuk berbunga.
2. Beri pupuk dan fosfor tinggi untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Saat pemupukan sebaiknya dilakukan sebelum pukul 9 pagi, atau sekitar pukul 4-6 sore.
3. Beri hormon tumbuh. Caranya, encerkan hormon dalam air, lantas semprotkan pada daun. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah.
4. Pangkas ranting dan daun agar sinar matahari dapat leluasa menggapai daun-daun, dan sirkulasi udara bisa merata ke seluruh tanaman.
5. Lengkungkan cabangnya, karena bunga-bunga akan sulit tumbuh di cabang yang kondisi tumbuhnya tegak lurus.
6. Rajin-rajinlah menyiram.
7. Tajamkan jarum jahit/sulam Anda dengan menggosokkannya pada kertas amplas.
8. Untuk membedakan ujung-ujung jarum satu dengan yang lain, oleskan sedikit cat kuku warna-warni pada setiap ujung jarum.
9. Jika menjahit atau menyulam bahan plastik, gosokkan bedak talk pada jarum untuk mencegah pelekatan.
10. Agar Anda dapat menjahit/menyulam dengan lancar, sekali dua kali tusukkan ujung jarum ke dalam sebatang sabun selagi Anda menjahit.
11. Bila Anda menjumpai kesulitan saat menusuk bahan yang tebal, gosokkan (batang) sabun pada bahan tersebut sebelum Anda mulai menjahit/menyulam.
12. Anda dapat membuat wadah jahit-menjahit sendiri untuk di bawa dalam perjalanan dengan memasukkan jarum dan benang ke dalam tabung bekas lipstik.
Sebelumnya, bersihkan dulu tabung tersebut dengan sikat kecil, kemudian pada dasar tabung diisi dengan kertas tisu. Jarum yang dimasukkan hendaknya sudah dipasang dengan benang warna-warni yang dibutuhkan. Dengan demikian Anda siap menjahit kapan dan di mana saja.

Kebun

Posted on | April 20, 2011 | No Comments
Kami punya kebun. Tidak luas. Berukuran sekitar 800 meter persegi. Letaknya di belakang rumah kami. Ada jalan setapak kecil yang membelah kebun persis di tengah. Ujung satunya berada persis di muka pintu belakang rumah. Ujung lainnya menuju keramaian pasar.
Saat kami baru pindah ke sana, ke rumah kami itu, jalan tersebut masih jarang dilalui. Kebunnya juga masih penuh dengan ilalang, semak-semak, dan rumput liar. Ada juga jenis tanaman bunga. Tapi itu bukan dari jenis yang biasa dikomersilkan. Hanya sejenis semak dengan bunga berwarna kuning berbentuk seperti lonceng kecil. Tak ada orang yang akan sengaja menanam bunga itu, sebab ia bisa sangat liar pertumbuhannya. Sekali tumbuh, tahu-tahu seluruh halaman bisa dipenuhi semak bunga itu. Walaupun cantik, tak ada yang mau merawat bunga liar. “Tantangannya terlalu besar. Cantik memang, tapi liar.”

Kebun
Kemudian ada yang berinisiatif untuk membersihkan lahan tersebut. Awalnya hanya di sekitar pintu belakang rumah. Tak nyaman rasanya saat membuka pintu belakang, lalu pemandangan pertama yang terlihat adalah rumput dan ilalang liar. Kami bekerja sendiri (yang sebenarnya ada beberapa orang juga). Tak ada yang mau membantu. Tentu saja, tak ada yang tertarik untuk membabat ilalang, membersihkan rumput liar, atau berupaya mengendalikan semak bunga kuning berbentuk lonceng yang cantik tapi liar tadi. Apalagi ini sejenis kerja suka rela.
Tapi itu awalnya saja. Lama kelamaan, ada juga yang tertarik. Ikut membabat rumput liar, ilalang tinggi, dan mengatur semak-semak agar tumbuh menjadi pagar. Tidak itu saja, kegiatan bertambah dengan aktifitas menanam. Pengikut pun bertambah, karena pada dasarnya, kami sekeluarga memang senang dengan kegiatan menanam.
Maka jadilah sebuah rutinitas baru. Setiap sore, setelah melakukan aktifitas rutin harian, kami membabat ilalang dan rumput liar. Kalau biasanya hanya memegang pensil, pulpen, buku, atau mouse komputer, maka di sore hari semua itu berganti menjadi cangkul, parang, sabit, serta ember dan selang air. Kalau di pagi dan siang hari menggunakan kemeja rapi dan bersih, maka di sore hari berganti menjadi kaos oblong yang menyerap keringat dengan celana lusuh yang penuh jejak-jejak lumpur kering.
Tantangan terberat selain membersihkan ilalang liar adalah membersihkan lahan calon kebun dari batu-batu. Tipikal tanahnya yang keras sangat menguras tenaga saat menggali lubang di sana. Terlebih bagi yang tidak terbiasa pegang cangkul atau kerja berat. Padahal saat itu musim kemarau. Tak heran jika pada awalnya banyak tangan yang lecet dan kulit yang menjadi gelap, seperti warna tangan dan kaki petani layaknya.
Setiap kali ingin menanam sebuah pohon, kami semua diwajibkan menggali lubang berukuran 1 x 1 x 1 meter kubik. Hal ini terpaksa dilakukan mengingat tanahnya sama sekali bukan tanah gembur melainkan tanah yang berbatu dan berpasir. Kalau ditanam tanpa menyiapkan ruang luas berisi tanah gembur, bisa dipastikan tanaman itu akan layu. Setelah lubang dibuat, barulah bibit yang sudah disiapkan dimasukkan dan ditimbun dengan tanah gembur yang dicari dari pinggir kali atau lokasi subur lainnya. Sehabis ditanam, bibit tadi harus selalu diperhatikan. Air menjadi syarat mutlak untuk urusan tersebut.
Sebagai langkah awal dan untuk tetap menjaga semangat, dipilihlah jenis tanaman buah-buahan. Bibitnya didapat dari mana saja : memungut di pinggir jalan, meminta, atau bahkan membeli. Diharapkan dengan menanam pohon buah-buahan, “pekerja-pekerja dadakan” ini mendapat tambahan energi saat menanam karena janji akan buah-buahan yang kelak bisa dipetik. Bukankah menyenangkan jika memetik jambu air dari pohon yang kita tanam sendiri? Tapi kenapa harus jambu? Tenang, bukan cuma jambu kok yang kami tanam. Ada pohon nangka, jeruk, sukun, klengkeng, alpukat, belimbing, dan berbagai pohon lainnya. Oh ya, kami juga menanam semak bougenville di kedua sisi jalan setapak di tengah kebun. Jalan itu sendiri diperlebar menjadi sekitar satu setengah meter. Kami berharap bahwa kelak bougenville-bougenville dari kedua sisi jalan ini akan tumbuh membesar dan membentuk kanopi hingga jalan setapak tadi menjadi semacam koridor alami. Tentu saja ada kerangka bambu untuk sekedar mengarahkan semak berduri yang bunganya berwarna-warni cerah ini, agar tak salah arah dalam pertumbuhannya.
Satu bulan pekerjaan berlalu. Kebun masih terlihat gersang. Tapi setidaknya sudah ada perubahan. Tak ada lagi ilalang dan rumput liar. Pokok-pokok baru memenuhi sudut lahan. Tak ada kekacauan pemandangan karena semak bunga kuning berbentuk lonceng yang cantik tapi liar. Mereka kini terkelompok di salah satu sudut kebun. Malah bisa berfungsi sebagai pagar. Padahal semula semak bunga ini ingin dibabat habis saja oleh beberapa oknum, tapi karena diprotes sambil ngotot dan pegang golok, mereka mengurungkan niat untuk menghabisi semak bunga liar tadi.
***
Seperti juga manusia, tumbuhan juga membutuhkan makanan dan minuman. Kalau soal air, tidak menjadi masalah sebab cukup melimpah. Apalagi kami juga membuat sebuah kolam ikan dengan ukuran cukup besar berukuran 1,5 x 3 meter persegi dengan kedalaman sekitar 1 meter. Ada teratai merah ungu kami letakkan di kolam tersebut yang sering kali terganggu karena kami memang suka iseng dengan menceburkan siapa saja yang berdiri dekat kolam. Saat ada yang berulang tahun, kami juga akan menceburkannya ke dalam kolam. Bahkan terkadang langsung diangkat saat masih terlelap di dalam kantung tidur, beserta kantung tidurnya sekalian. Waktu itu belom musim hand phone, jagi tidak ada kekhawatiran hand phone butuh hair dryer gara-gara nyemplung.
Jadi untuk menyiram, kami sudah punya cadangan air di kolam kalau sewaktu-waktu kemarau membuat sumber-sumber air tanah berkurang debitnya. (Ssttt… Rahasia : Gue juga pernah pipis di sana. Hehehe… Habisnya udah kebelet dan kamar mandinya lagi diisi orang lain. Dan sepertinya bukan gue saja yang pernah melakukannya. Makanya setiap ada yang nyemplung, kami tertawa sedemikian ikhlasnya. Tapi kalau kecemplung, pasti akan berupaya sekuatnya agar orang lain ikutan nyemplung).
Itu soal minuman untuk tanaman. Kalau soal makanannya lain lagi. Memang tanah di tempat tinggal kami cukup subur. Tapi khusus kebun kami yang tanahnya berbatu itu, pupuk tetap diperlukan. Lagipula, pengadaan pupuk bisa menjadi sarana pembelajaran dalam keluarga kami. Pupuk, sebagai makanan suplemen bagi tanaman, tidak kami beli. Kami membuatnya sendiri. Sengaja kami berkeliling kampung untuk mencari bahan baku pembuatan pupuk kandang. Iya, pupuk kandang berarti kotoran hewan. Kebetulan cukup banyak penduduk kampung yagn memelihara kambing dan kerbau. Mereka sangat akomodatif saat kami meminta ijin untuk mengambil kotoran di kandang hewan peliharaan mereka. Mungkin mereka merasa terbantu karena kebersihan kandangnya jadi lebih terjaga.
Maka selain membabat rumput liar, menyiangi tanaman, menggali lubang dan menanam pohon, kami juga membuat pupuk. Tidak sulit. Kami hanya perlu mencampur kotoran hewan dengan sekam (kulit padi yang kering), tanah hitam dari sekitar sungai, serta serbuk arang sisa pembakaran kayu. Dengan tangan kami mencampurnya, dan meremas campuran tadi dengan penuh perasaan. Mencoba menghayati dan mencari hikmah dari beragamnya ciptaan Tuhan yang ternyata saling melengkapi.
Selain membuat pupuk, kami juga mengupayakan penyediaan bibit. Bibit apa saja. Setiap kali pergi dan menemui pohon di perjalanan, kami berusaha mendapatkan bijinya yang terserak begitu saja di bawahnya. Kalau ada pohon ketapang, maka kami akan memunguti biji ketapang, ada pohon tanjung, maka kami akan memungut biji tanjung. Begitu seterusnya. Sengaja memang untuk mengadakan bibit dari tanaman keras dan dikotil, sebab memang lebih “terlihat” hasilnya. Begitu juga setiap kali ada yang makan buah seperti pepaya, mangga, pisang, jambu, maka kami akan mengingatkan agar bijinya “dibuang” ke lahan persemaian supaya tumbuh jadi bibit. Tentu saja setelah dijemur dan dikeringkan.
Biasanya biji-biji beraneka ragam tadi setelah kering kami sebar di sebuah lahan kecil yang sengaja dibuat untuk penyemaian. Untuk menghindari dicaplok ayam, maka kami buat pagar bambu di sekelilingnya. Setelah tunasnya tumbuh, kemi pindahkan ke dalam polybag terkecil. Diawasi ketat setiap hari agar tidak layu sebelum berkembang. Setelah tumbuh lebih besar, barulah dipindah ke polybag lain. Dipilih dan dipilah menurut jenisnya. Pada awalnya, bibit kayu manis yang perkembangannya paling cepat. Jumlahnya juga paling banyak. Setelah itu ketapang dan asam kranji. Mereka memang sangat mudah untuk tumbuh. Tanpa dipelihara, disiram dan dipupuk pun, mereka sanggup tumbuh sendiri. Bibit lainnya kemudian mulai bertunas, dan tumbuh menjangkau hati kami. Senang rasanya melihat mereka tumbuh membesar dan membuat hati ini ikut menjadi besar.
Setahun berlalu, kebun kami sudah berubah sama sekali. Rimbun. Segar. Jalan setapak menjadi koridor dengan semak bougenville memagar sepanjang 15 meter itu. Bahkan di mulut jalan, sepasang bougenville di kedua sisi jalan telah menjadi gerbang alami. Saat melewatinya, seolah seperti melewati gerbang sebuah istana yang indah, dengan berbagai tanaman dan sebuah kolam ikan di dalamnya. Bibit pun melimpah, hingga tetangga dan penguasa di tempat tingal kami sering memintanya. Kami memberikannya secara cuma-cuma, bahkan membantu untuk urusan penanaman atau penyediaan alatnya. Memang sempat ada masalah kecil saat salah seorang anggota keluarga kami iseng dengan menanam ganja. Untunglah itu tidak berlanjut lama. Segera setelah dideteksi keberadaannya (tersembunyi di sela bibit kayu manis dan batang-batang vanili), tiga batang pohon daun neraka tadi dibabat habis. Dibakar. Dimusnahkan.
Begitulah, bertahun-tahun kebun itu jadi tempat bermain kami di waktu senggang; tempat peristirahatan kami di sore hari; tempat sembunyi dari aktifitas rutin harian yang membosankan. Sangat menyenangkan berada di sana, baik untuk berleha-leha, ataupun bekerja memegang cangkul di sana. Duduk di pinggir kolam dibuai angin sepoi-sepoi dan kicau burung yang singgah di pucuk pohon, sungguh suatu pengalaman yang tak akan kami tukar dengan harga berapa pun.
Sampai kemudian musibah itu datang… (Gue terlalu sedih untuk menuliskannya).
***
Sekarang kami tak lagi tinggal di tempat kami yang lama itu. Kebun itu juga tebengkalai. Kolam tak tepelihara. Barangkali hanya setan dan raja iblis yang kini di sana. Sesekali kami masih melihat orang-orang gila datang dan memetik buah-buahan dari kebun kami, kerja kami, keringat kami. Nangka, sukun, mangga, pisang tanduk yang panjang, jeruk nipis, alpukat, dan buah lain yang terlalu panjang kalau harus disebut satu per satu di sini. Sangat menyakitkan melihat segalanya tak terawat. Tapi lebih menyakitkan lagi melihat orang-orang gila berperilaku seolah buah-buahan itu warisan nenek moyang mereka yang bisa diambil semaunya. Tentu saja pohon-pohon besar masih tumbuh di sana. Juga pohon jati yang menjulang tinggi hingga pucuknya bisa terlihat dari jarak seratus meter sekalipun. Bukannya kami tak setuju ada orang lain memetik buah di sana. Kami hanya menyayangkan tindakan masa bodoh dari orang-orang gila yang sekarang menguasai lahan itu. Mereka tak pernah merawat tanaman itu sebagaimana mestinya. Ilalang mulai tumbuh di sana-sini. Rumput-rumput liar mulai tinggi. Tak pernah terdengar lagi bibit tanaman yang diproduksi dan disediakan gratis di sana. Sama sekali tak terlihat kesan kasih sayang di sana. Suasana jadi sangat tidak nyaman untuk tempat jalan-jalan, apalagi istirahat. Kalau hanya berandal atau gelandangan, bisa dimaklumi jika mereka tak punya kepedulian. Tapi mereka yang tinggal di sana juga terdiri dari keluarga-keluarga terpelajar, dengan perempuan dan ibu yang harusnya bersikap mengayomi dan welas asih terhadap sesama, termasuk kepada tanaman dan bunga-bunga. Mereka sama sekali tak terlihat peduli. Mereka tak peduli keberadaan yang lain. Mereka menganggap tak penting makhluk lain di sekitar mereka dan memilih untuk mengabaikannya.
Betapa mengherankan melihat manusia bisa sekejam itu terhadap sesama ciptaan Tuhan. Sekarang, saya tak tahu nasibnya lagi

Tips membuat tanaman di rumah

Selasa, 05 Mei 2009, 15:31

http://www.flickr.com/photos/pandiyan/151860191/
Tanaman ternyata memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu menghasilkan oksigen yang secara langsung digunakan oleh manusia. Selain itu, beberapa jenis tanaman juga punya ‘kemampuan khusus' misalnya: mengurangi polusi, menghisap asap rokok, mendatangkan kupu-kupu yang membantu proses penyerbukan, memiliki daya serap air yg tinggi, dapat menarik permukaan air tanah supaya lebih dekat ke permukaan, membantu menyimpan air di bawah tanah, dll.
Adapun kebutuhan manusia adalah sekitar 2,9 kg O2/hari atau sekitar 0,12 kg O2/jam. Jadi kalau di rumah kita tinggal 4 orang, diusahakan ada minimal 4 tanaman semak atau 1 pohon.
  • Pada umumnya tanaman itu butuh banyak air pada saat dia pertama kali ditanam, karena pada saat itu tanaman sedang beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tapi pada saat akarnya sudah bisa menembus tanah, penyiraman sudah bisa dikurangi. Apalagi kalau tanaman tersebut ditanam di tanah (bukan di pot). Waktu penyiraman paling baik adalah pagi sebelum jam 9 atau sore setelah jam 16, sehingga penguapan bisa diminimalisir.
  • Sebaiknya untuk daerah yang kesulitan air tidak dianjurkan untuk menanam jenis palem-paleman (Palmae), karena tanaman ini membutuhkan air setiap harinya rata-rata 60 liter. Namun ada pula jenis tanaman yang memiliki kemampuan untuk "menaikkan" air tanah yaitu pohon Gayam (Inocarpus edulis).
  • Tanaman Perdu/Semak (Shrubs) yang bisa mereduksi polusi antara lain Bugenvil (Bougainvillea sp), Puring (Codiaeum variegatum), Nusa Indah (Mussaenda sp), Sri Rejeki (Aglaonema sp), Taiwan Beauty (Cuphea sp). Jenis-jenis tanaman ini merupakan tanaman yang tidak sulit dirawat.
Yang ‘tidak sulit dirawat'
Spesifikasi ‘tidak sulit dirawat' adalah, untuk pertumbuhan tanaman dengan baik, tanaman tersebut tidak memerlukan pupuk, tidak harus dipangkas setiap 2 minggu, tidak mudah terkena penyakit dan hanya memerlukan air untuk pertumbuhannya.
Yang bisa mengurangi (polusi) asap rokok misalnya Pedang-pedangan (Sansiviera sp), Katis Kodok (Sansiviera trifasciata), atau jenis tanaman sukulen lainnya. Tanaman ini pun cukup efektif fungsinya apabila diletakkan di dalam ruangan (indoor plants).
Adapun jenis tanaman yang bisa mendatangkan serangga terutama adalah jenis tanaman yang berbunga. Misalnya:

• Lantana (Lantana camara)
• Pacar air (Impatiens balsamina)
• Cosmos (Cosmos sp)
• Melati (Jasminum sambac)
• Kaca Piring (Gardenia augusta)
• Soka (Ixora sp)
• Sutra Bombay (Portulaca grandiflora)
• Batavia (Jatropha pandurifolia)
• Nusa Indah (Mussaenda sp)
• Bawang-bawangan (Zephyrantes pintoii)
• Mandevilla (Mandevillae sp)
• Oleander (Nerium oleander)
• Tapak Dara (Vinca rossae)
• Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
• dll
Mau cari tanaman yang mendatangkan burung?
Biasanya jenis tanaman (terutama pohon atau perdu) yg memiliki buah atau bunga. Misalnya Flamboyan (Delonix regia), Dadap Merah (Erythrina crystagelli), Bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea), Sikat Botol (Callistemon speciosa), Kamboja (Plumeria sp), Trembesi (Samanea saman), Bungur (Lagerstromia loudonii), dll.
Gardening' yang baik bukan hanya mengetahui jenis tanamannya. Tapi kita juga harus mempelajari habitat hidup tanaman tersebut. Misalnya sebagian besar tanaman yang berbunga tidak bisa ‘cantik' di tempat yang ternaungi (teduh/shade). Kalaupun bisa hidup, biasanya tidak berbunga.
Komposisi tanaman
Kalau sudah menguasai habitat tanaman tersebut, langkah berikutnya tinggal menentukan komposisi tanaman. Hal ini juga dipengaruhi oleh bentuk rumah dan posisi rumah tersebut.
Tanaman dapat dikomposisikan berdasarkan strata tinggi rendah tanaman (tanaman tinggi ada di belakang dan tanaman rendah ada di bagian depan), tekstur (bentuk) daun tanaman dan warna bunga atau daun.
Jadi, taman yang hanya 2 x 3 m2 pun bisa menjadi taman yang memiliki nilai fungsi dan estetika yang optimal.


Mangga
(Mango (Ingg.), Mangifera indica L. (Latin))
Deskripsi
·                     Tanaman mangga tumbuh dan berproduksi optimal pada daerah dengan ketinggian 0-500 m dpl dengan suhu harian 26 o - 28 o C.  Apabila suhu udara di atas 42 o C akan merusak tanaman.  Curah hujan optimal 1000-2500 mm per tahun.  Pembungaan pada tanaman mangga memerlukan musim kemarau yang jelas, bulan kering 4- 6 bulan (curah hujan per bulan kurang dari 60 mm), dengan jumlah bulan basah kurang dari 7 bulan (curah hujan per bulan lebih dari 100 mm), musim hujan di luar musim berbunga. Daerah ini termasuk tipe C, D, dan E menurut klasifikasi Schmid dan Ferguson.
·                     Dari potensi produksi 120 kg/pohon, tanaman mangga di Indonesia hanya menghasilkan 40 kg/pohon.  Produktivitas per tahun beberapa mangga unggul antara lain mangga Golek-31 sebesar 52,3 kg/pohon, mangga Manalagi-69 sebesar 36,5 kg/pohon dan mangga Arumanis-143 sebesar 54,7 kg/pohon.
·                     Musim panen mangga berlangsung dari bulan Agustus sampai Desember.  Musim panen mangga terjadi seragam di Jawa dan Bali.  Pada bulan November terjadi panen raya mangga.  Harga buah mangga cenderung menurun setelah panen raya. Hal ini disebabkan preferensi konsumen beralih ke jenis buah-buahan yang lain.  Harga mangga akan menaik lagi menjelang panen bersamaan menaiknya preferensi konsumen.  Pembungaan di luar musim menjadi kurang ekonomis bila belum didapatkan pemasaran yang memerlukan suplai kontinyu.
·                     Untuk menghasilkan buah mangga yang berproduksi tinggi dengan kualitas yang baik serta pelaksanaan penanganan pasca panen dan pemasarannya dilakukan hal-hal sebagi berikut :
Budidaya
·                     Bibit yang digunakan adalah bibit yang sehat dengan tinggi sekitar 50 cm (berusia 6-8 bulan). Bibit ditanam pada lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm dengan jarak tanam 5 m x 5 m. Setelah tanaman mencapai tinggi 1 m batang utama dipangkas dengan menyisakan tanaman setinggi 80 cm dari permukaan tanah.  Tunas yang muncul dipelihara 3-4 buah yang baik (sudut 90 – 120 o) untuk menghasilkan cabang primer.  Pemangkasan kedua dilakukan 3-6 bulan setelah pemangkasan pertama/tinggi tunas mencapai 1 m seperti pemangkasan kedua untuk menghasilkan cabang sekunder. Begitu selanjutnya hingga pemangkasan ketiga untuk menghasilkan cabang tersier sehingga diperoleh pola percabangan 1-3-9-27.  Produksi buah mangga dimulai dari percabangan tersier.
·                     Pembungaan di luar musim bisa dilakukan dengan menggunakan zat pengatur tumbuh seperti KNO3, CEPA, dan Paklobutrazol.  Namun seringkali pembungaan di luar musim ini  menghasilkan buah dengan mutu rendah.
·                     Buah yang terbentuk, setelah berumur 30 – 40 hari dibungkus dengan kertas setelah sebelumnya disemprot dengan pestisida.
·                     Tanaman yang ukuran tajuknya melebar luas dan tinggi dipangkas berat hingga ukuran tajuk 1,75 m dengan tinggi 3 m.  Ukuran tajuk pohon sangat penting karena akan mempengaruhi kemudahan pemeliharaan serta pemanenan buah.  Tanaman yang tua juga dipangkas berat sehingga tinggal tersisa tunggulnya saja setinggi 1-1,5 m.  Pemangkasan seperti ini bertujuan untuk meremajakan pohon sehingga tidak perlu dilakukan pembongkaran tanaman.
Pemanenan
·                     Pemanenan buah mangga dilakukan ketika telah memenuhi ciri-ciri buah mangga yang matang, yaitu :
o        Adanya lapisan lilin buah
o        Bentuk buah sudah padat penuh terutama pada bagian ujung
o        Bila buah diketuk menghasilkan nada tingi
o        Buah akan tenggelam bila dimasukkan ke dalam  air
o        Tangkai buah kering
·                     Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari pada jam 07.00 – 09.00 atau pada sore hari jam 16.00 karena produksi getah rendah.
Pencucian
·                     Buah mangga yang telah dipanen dicuci untuk menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel terutama sisa-sisa getah yang menenempel di kulit buah.  Pemakaian pestisida (benomyl) pada saat pencucian dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit pasca panen.  Pencucian dilakukan dengan cara ‘hot water dip”, yaitu pertama buah di cuci dengan air dingin lalu direndam dalam air panas.
Sortasi dan Grading
·                     Sortasi dan grading dilakukan untuk memperoleh buah dengan ukuran, tingkat kematangan dan kualitas yang seragam.  Sortasi bertujuan untuk memisahkan buah yang layak jual dan tidak layak dijual agar diperoleh buah yang seragam bentuk, warna, ukuran dan kematangannya sedangkan grading dilakukan untuk memperoleh buah yang seragam ukurannya (besar, sedang, kecil atau sangat kecil).
·                     Sortasi dan grading sangat penting untuk dilakukan agar buah yang dipasarkan terjaga mutunya.  Buah yang rusak akan mempercepat kerusakan buah yang lainnya dalam kemasan.  Buah yang tidak lolos sortasi karena kulit buah yang tidak mulus atau buah yang salah bentuk masih dapat dijual ke pasar-pasar tradisional ataupun di jual dalam bentuk kupasan (slice).
·                     Kriteria Spesifikasi Grading Buah Mangga di Indonesia Menurut Jenis/Ukuran
Varietas
Besar
(g)
Sedang
(g)
Kecil
(g)
Sangat Kecil (g)
Arumanis
> 400
350 – 400
300 – 349
250 – 299
Golek
> 500
450 – 500
400 – 449
350 – 399
Gedong
> 250
200 – 250
150 – 149
100 – 149
Manalagi
> 400
350 – 400
300 – 349
250 – 299
·                     Untuk keperluan ekspor terdapat klasifikasi grading tersendiri untuk buah mangga.  Buah mangga dibagi menjadi tiga kelas (super, A dan B).
Klasifikasi
Ukuran
Kelas Super
> 500 g
Kelas A
400 – 500 g
Kelas B
300 – 400 g
Pengemasan
·                     Buah mangga tahan selama 7 hari setelah masak.  Pengemasan yang baik sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan/susut buah pasca panen terutama saat transportasi/distribusi.  Pengemasan dilakukan untuk mencegah benturan, menahan goncangan, mengurangi gesekan, melakukan penumpukan dan mengatur suhu.  Kemasan keranjang bambu dapat memuat buah hingga 25 kg, kemasan peti kayu mampu memuat sebanyak 30 kg buah.
Penyimpanan dan Pemeraman
·                     Mangga termasuk buah klimakterik, yaitu buah yang memiliki pola respirasi yang di awali peningkatan secara lambat, kemudian meningkat pesat dan menurun setelah mencapai puncak.  Buah klimakterik dipanen pada saat matang namun belum masak.  Pemeraman dilakukan untuk memasakkan buah.  Hasil pemeraman kurang baik apabila buah dipetik belum waktunya (belum masak).  Penyimpanan buah mangga dibutuhkan penanganan ekstra karena produksi etilen buah yang cukup tinggi sehingga dapat mempercepat kemasakan buah yang tidak diinginkan.
Pengolahan
·                     Buah mangga tidak melulu hanya dikonsumsi sebagai buah segar, namun juga dapat dijadikam makanan olahan seperti asinan, kari, pure, selai, sari buah, minuman ringan, tepung, keripik dan manisan.

Manggis
(Mangosteen (Ingg.), Garcinia mangostana L. (Latin))
Asal dari kepulauan Malaya termasuk keluarga Guttiferae. Beberapa species membentuk buah yang dapat dimakan, tetapi tidak seenak buah manggis. Kecuali buah, bagian tanaman lain juga sangat bermanfaat seperti misalnya kulit buah, kulit kayu, akar dan lain bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai obat seperti diare, obat cacing, tumor pada rongga mulut. Kulit buah manggis juga merupakan komoditas ekspor dari Singapura ke Cina.
Deskripsi
·                     Tinggi tanaman 10-25 m. Mahkota bunga ada yang bulat, ada yang seperti piramid kompak meruncing keatas. Tanaman ini sukar dikembangkan, terutama karena pertumbuhannya yang sangat lambat dan memerlukan beberapa tahun agar sistem perakaran dapat benar-benar efektif.
Syarat Tumbuh
·                     Tumbuh baik di daerah yang suhunya tinggi, lembab, curah hujan tinggi merata sepanjang tahun. Tidak tahan pada angin laut. Suhu optimum untuk pertumbuhannya berkisar antara 220-230C. Tanaman muda membutuhkan naungan yang rimbun baik di dataran rendah sampai ketinggian 800 m dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Manggis ini sangat baik tumbuh pada tanah yang kaya akan bahan organik dengan aerasi yang cukup baik. Umumnya tumbuh di dataran rendah terutama di pulau Jawa terdapat di selatan Jawa Barat, bagian utara Jawa Barat sekitar Serang, Tangerang, Cibinong, Purwakarta dan Subang, bagian selatan DKI Jakarta, Jawa Tengah sekitar Bumiayu, Kebumen, sebelah selatan Batang, Kendal dan Ungaran. Di Jawa Timur manggis dapat dikembangkan di daerah basah sekitar G. Semeru ke barat sampai lereng G. Kawi dan ke timur sampai lereng G. Lamongan, sekitar Pacitan-Blitar dan lereng selatan G. Raung
Perbanyakan
·                     Perbanyakan dengan biji
Manggis dapat diperbanyak dengan biji tapi bukan merupakan perbanyakan secara generatif, karena biji manggis terbentuk secara apomiktis. Biji mempunyai viabilitas yang rendah dan cepat mengalami kemunduran. Biji harus segera dikecambahkan segera setelah diambil (dikeluarkan) dari buah. Apabila tetap berada dalam buah, biji manggis tetap bertahan viabilitasnya selama 3-5 minggu. Makin besar bijinya makin baik pertumbuhan tunasnya.
·                     Perbanyakan secara vegetatif
Perbanyakan tanaman manggis secara vegetatif dapat berupa setek, cangkok,penempelan, penyambungan dan penyusuan. Cara yang paling berhasil dilakukan dengan cara penyambungan, yaitu sambung pucuk. Cara ini lebih hemat dalam menggunakan cabang entris (batang atas). Sebagai entris digunakan tunas ujung yang masih muda daunnya tetapi telah cukup keras. Sebagai batang bawah digunakan bibit semai yang sudah berumur 2 tahun atau yang diameter batangnya kurang lebih 0,5 cm, mempunyai kulit batang berwarna hijau. Metode penyambungan celah lebih banyak berhasil daripada metode sisi.
Pembibitan
·                     Pembibitan perlu dipilih lokasi yang cocok, yaitu teduh dan tidak jauh dari sumber air. Tanah untuk pesemaian diolah cukup dalam, dan dibuat bedengan selebar 1,2 m, tinggi bedengan kira-kira 30 cm. Diantara bedengan dibuat selokan pembuangan air. Tanah diberi pupuk kandang sebanyak 10 kg/m3 apabila biji akan disemai dalam kantong plastik maka media yang baik adalah campuran tanah kebun, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan bagian 1:1:1. Apabila biji disemaikan dalam bedengan, maka biji ditanam pada jarak tanam 40 cm x 30 cm , sedalam 0,5 - 1,0 cm. Pesemaian yang menggunakan kantong plastik, cukup menanam 1 biji dalam 1 kantong plastik. Mulai umur 1 bulan, bibit perlu mendapat pupuk. Setiap bibit diberi 2-3 gram campuran urea dan TSP. Pemberian pupuk diulang sebulan sekali.
Pemeliharaan Tanaman
·                     Untuk pertumbuhan vegetatif yang baik, satu bulan setelah tanam diberi 100-200 g urea/pohon. Pemberian diulang setiap 6 bulan sekali ditambah 20-30 kg pupuk kandang. Untuk membantu mempertahankan kesehatan tanaman apabila berbuah nanti, maka untuk bibit sambungan mulai umur 4 tahun diberi pupuk NPK, sebanyak 0,5 kg/pohon. Pemberian pupuk NPK juga diulangi setiap 6 bulan sekali, setelah pohon dewasa perlu diberikan pupuk lebih banyak (3,5kg/pohon).
Panen
·                     Saat panen yang baik apabila kira-kira 25% dari permukaan kulit buah sudah berwarna ungu. Pemetikan buah dilakukan dengan mengikutsertakan tangkai buah, supaya dapat bertahan lebih lama.
·                     Buah yang baik kemudian dikelompokkan atas dasar ukuran buah yaitu :
o        Mutu super yaitu diameter buah 6,5 cm
o        Mutu I yaitu diameter buah 5,5-6,5 cm
o        Mutu II yaitu diameter buah 5,5 cm
·                     Untuk perdagangan internasional, mutu buah ditentukan oleh beratnya. Pasar Malaysia dan Hongkong menghendaki berat minimum buah 65 gr sedangkan pasaran Jepang minimum 80 gr. Buah manggis yang dipetik dengan mengikutsertakan tangkainya, pada suhu kamar, buah yang sehat dapat tetap baik sampai 2-3 minggu setelah panen. Penyimpanan pada suhu 4-60C dapat mempertahankan kualitas buah sampai 49 hari. Pada suhu penyimpanan 9-120C, buah dapat bertahan 33 hari.

Melon
(Melon (Ingg.), Cucumis melo (Latin)
Asal dan Distribusi:
·                     Tanaman melon ( Cucumis melo L ) termasuk kedalam famili Cucurbitaceae, genus Cucumis. Tanaman ini belum diketahui dengan pasti darimana asalnya namun berdasarkan penyebaran jenis liarnya, mungkin afrika merupakan daerah asal-usulnya.
·                     Di kawasan Asia tanaman ini merupakan tanaman yang masih baru, namun demikian sekarang sudah menyebar ke beberapa negara seperti Cina, India, Persia dan Rusia Selatan.
·                     Buah melon dipanen setelah matang benar, yang diperkirakan sesudah 3-4 bulan sejak tanam, daging buah melon mengandung 92,1 % air, 0,50 % protein, 0,3 % lemak, 6,2 % karbohidrat.
Syarat Tumbuh
·                     Tanaman melon dapat tumbuh pada daerah tropik dan subtropik, tanaman ini memerlukan sinar matahari penuh, sehingga tidak cocok ditanam didaerah lembab dan ternaung. Di daerah beriklim lembab selain banyak penyakit juga perkembangan buahnya kurang baik, tanaman ini tumbuh baik  pada tanah berlempung, dengan pH sekitar netral.
·                     Pemangkasan ujung tanaman tidak memberikan pengaruh  terhadap jumlah buah yang dihasilkan. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 300 – 400 m dpl, suhu yang diperlukan sekitar 25-35 0C, suhu tinggi mutlak diperlukan pada saat pematangan buah.
·                     Melon merupakan tanaman semusim tumbuh merambat dengan daun lebar berukuran 10-20 cm yang muncul pada batang yang sekaligus sebagai pelindung bunga atau buah, bunganya hermafrodit, mampu menghasilkan 1-6 buah melon /tanaman. Buah ini matang setelah 6 minggu sesudah mekar.
·                     Melon yang dibudidayakan dikelompokkan dalam 2 tipe utama yaitu Netted melon dan Winter melon. Netted melon punya buah dengan permukaan luar yang kasar, membentuk garis-garis seperti jala, sedangkan tipe Winter melon mempunyai buah dengan permukaan yang halus, tidak membentuk garis-garis seperti jala.
Penyerbukan dan Pembentukan Buah
·                     Tanaman bersifat polimorfik, spesiesnya ada yang berbunga jantan, berbunga betina dan berbunga hermafrodit (sempurna). Walaupun tanaman ini menghasilkan bunga sempurna dengan putik dan benang sari , penyerbukan sendiri (self pollination) tidak dapat terjadi. Penyerbukan buah harus melalui penyerbukan silang antara bunga jantan dan bunga sempurna dari tanaman yang sama atau antar tanaman.
·                     Bunga sempurna akan muncul jika batang utama telah mencapai panjang 60 cm dan terbentuk ruas I dan II dari cabang primer. Bunga jantan juga terus menerus terbentuk sehingga didapatkan perbandingan antara bunga jantan dan bunga sempurna sekitar 10 : 1. Dari beberapa bunga sempurna hanga sebagian kecil saja yang menjadibuah dan berkembang menjadi buah yang dapat dipanen.
·                     Sehubungan dengan penyerbukan ada faktor internal yang mengatur keberhasilan pembentukan buah. Hal ini menyebabkan adanya pergiliran atau pergantian dalan pemasakan buah.


PEMILIHAN TEHNIK PERBANYAKAN VEGETATIF

Ada lima cara perbanyakan vegetatif buatan untuk tanaman buah yang sudah dikenal oleh
para penangkar bibit dan petani yaitu cara penyambungan, okulasi, penyusuan, cangkok dan
setek. Pada tiga cara yang pertama dikenal adanya istilah batang bawah dan batang atas.
Batang bawah berupa tanaman yang biasanya berasal dari biji. Tanaman dari biji sengaja
dipilih karena mempunyai keunggulan dari segi perakarannya, yakni tahan cendawan akar
dan mempunyai perakaran yang banyak serta dalam, sehingga tahan terhadap kekeringan
dan kondisi tanah yang becek. Sedangkan batang atas berupa ranting atau mata tunas dari
pohon induk yang mempunyai sifat unggul terutama dalam produksi dan kualitasnya. Dari
hasil menggabungkan sifat batang bawah dan batang atas ini diperoleh bibit tanaman yang
disebut bibit enten, okulasi dan susuan. Pada perbanyakan dengan cara mencangkok batang
bawah tidak diperlukan karena pada cara ini perakaran keluar langsung dari cabang pohon
induk yang dicangkok. Sedangkan cara setek pada prinsipnya menumbuhkan bagian atau
potongan tanaman, sehingga menjadi tanaman baru menumbuhkan bagian atau potongan
tanaman, sehingga menjadi tanaman baru.
Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain berbuahnya persis sama dengan induknya, bibit juga
berumur genjah (cepat berbuah). Tanaman manggis asal bibit susuan berbuah lima tahun
setelah tanam, sedangkan bibit yang berasal dari biji baru berbuah 10-15 tahun setelah
tanam. Bibit durian okulasi bisa berbuah 4-6 tahun setelah tanam, sedangkan bibit asal biji
berbuah lebih dari 10 tahun setelah tanam.
Beberapa jenis tanaman buah-buahan tertentu sampai saat ini hanya berhasil diperbanyak
dengan cara tertentu pula. Ada jenis tanaman tertentu yang tidak bisa diokulasi karena
banyak mengandung getah. Rambutan dan kapulasan selalu gagal kalau disambung (enten)
karena pengaruh asam fenolat yang teroksidasi dapat menimbulkan pencoklatan (browning).
Resin dan asam fenolat ini bersifat racun terhadap pembentukan kalus. Sedangkan contoh
lainnya adalah belimbing dan manggis yang sulit sekali berakar bila dicangkok karena
kalusnya hanya menggumpal dan tidak mampu membentuk inisiasi (bakal) akar.
Dalam perbanyakan vegetatif tanaman buah-buahan, ada cara perbanyakan tertentu yang
lebih menguntungkan bila dilakukan pada jenis tanaman tertentu pula, sehingga cara
perbanyakannya menjadi cepat dan efisien. Tanaman manggis dan belimbing akan lebih
menguntungkan bila diperbanyak dengan cara enten, sedangkan durian menguntungkan bila
diperbanyak dengan cara okulasi.
Perbanyakan tanaman buah-buahan dengan cara penyusuan walau keberhasilannya tinggi,
tetapi kurang praktis dalam pengerjaannya, sehingga bibit yang dihasilkan per satuan waktu
menjadi sedikit. Sebagai contoh seorang pekerja yang sudah terampil mengokulasi durian,
dalam sehari (8 jam kerja) bisa mengokulasi 350-400 tanaman, sedangkan untuk penyusuan
hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan sehari. Oleh karena itu perbanyakan dengan cara
penyusuan hanya disarankan sebagai alternatif terakhir dalam perbanyakan tanaman buah-buahan
seperti pada perbanyakan tanaman jenis nangka kandel yang keberhasilannya kurang
dari 20% bila diperbanyak dengan cara enten atau okulasi.
Dengan diketahuinya cara perbanyakan yang lebih menguntungkan untuk masing-masing
tanaman buah-buahan, maka akan diperoleh efisiensi tinggi dalam pengadaan bibit buah-buahan secara masal,walaupun dengan menggunakan cara konvensional.
Sumber : World Agroforestry Centre (ICRAF) & Winrock International
Rambutan Perbaiki Kesuburan Pria
Asep Candra | Rabu, 20 April 2011 | 11:26 WIB
Dibaca: 4473
|
Share:
ilustrasi
TERKAIT:
·         Pengaruh Bedak pada Kesuburan
KOMPAS.com - Rambutan kaya vitamin C dan antioksidan. Selain mampu menangkal kanker, mengurangi katarak, dan mencegah penuaan, rambutan juga bisa meningkatkan kesuburan pria.
Buah rambutan dikenal sebagai buah yang sangat eksotis. Ciri khas buah ini, seluruh permukaannya diselimuti rambut-rambut kaku. Daging buahnya berwarna putih, menyelimuti biji berbentuk bulat lonjong. Rambutan yang lezat adalah yang rasanya manis, daging buahnya tebal, dan mudah dikelupas dari bijinya.
Rambutan (Nephelium lappaceum Linn) merupakan tanaman buah yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin. Tanaman rambutan juga ditemukan di daratan yang beriklim subtropis.
Rambutan biasanya dikonsumsi secara langsung, yaitu dinikmati sebagai buah segar. Buah rambutan juga dapat diolah menjadi manisan, buah dalam kaleng, campuran koktail, dessert, atau salad buah. Tidak hanya daging buahnya, bijinya pun dapat dimanfaatkan. Di Filipina, biji buah rambutan biasanya dipanggang dan disajikan sebagai lauk. Biji buah rambutan terkenal dengan kandungan tannin dan saponinnya yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Sumber Vitamin, Mineral, Serat, dan Gula
Rambutan merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Buah rambutan tergolong buah berkadar vitamin C tinggi, satu kelas dengan jeruk yang telah lebih dulu dikenal luas sebagai sumber vitamin C.
Rambutan yang berasal dari jenis aceh kering manis merupakan sumber vitamin C yang paling baik, yaitu mencapai 71,24 mg per 100 g daging buah yang dapat dimakan, yang berarti telah memenuhi 118,7 persen kebutuhan tubuh akan vitamin C setiap hari.
Selain vitamin C, buah rambutan juga mengandung vitamin lainnya, seperti niacin, thiamin, dan riboflavin. Mineral yang banyak terkandung pada rambutan adalah kalium, kalsium, besi, dan fosfor. Kandungan serat pangannya juga cukup tinggi, yaitu 2,8 g per 100 g daging buah.
Buah rambutan mengandung berbagai jenis gula. Jenis dan kadar gula per 100 g daging buah adalah glukosa (2,8 g), fruktosa (3,0 g), dan sukrosa (9,9 g). Selain itu, buah rambutan juga mengandung asam, seperti asam malat dan asam sitrat, masing-masing dengan kadar 0,05 dan 0,31 g per 100 g. Kombinasi gula dan asam tersebutlah yang menyebabkan rambutan memiliki rasa manis yang segar.
Tingkatkan Kualitas Sperma dan Antikanker
Vitamin C dikenal sebagai senyawa utama tubuh yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting, mulai dari pembuatan kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada tulang), pengangkut lemak, pengangkut elektron dari berbagai reaksi enzimatik, pemacu gusi yang sehat, pengatur tingkat kolesterol, serta pemacu sistem kekebalan tubuh.
Makanan yang kaya akan vitamin C akan sangat membantu untuk mencegah berbagai jenis kanker, di antaranya kanker paru-paru, kolon, pankreas, kandung kemih, dan payudara. Vitamin C juga dapat mengurangi radikal bebas yang merupakan pencetus kanker, sebab vitamin ini merupakan antioksidan yang baik. Vitamin C juga sangat esensial untuk pembentukan sperma.
Kekurangan vitamin C pada pria dapat menghambat dalam memperoleh keturunan. Perbaikan untuk hal ini memerlukan waktu satu bulan dengan meningkatkan konsumsi vitamin C sebanyak 500 miligram. Kualitas dan kuantitas sperma serta aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan menambah konsumsi vitamin C.
Manfaat lain dari vitamin C mengurangi risiko katarak, memperkuat dinding kapiler darah, dan memperkecil risiko penyakit jantung. Peneliti percaya bahwa vitamin C juga dapat menghambat penuaan dengan memperbarui sel-sel darah putih.
Kadar vitamin C beberapa varietas rambutan
Jenis rambutan - Kadar vitamin C (mg/100 g daging buah) :
Aceh kering manis 71,24
Lebak bulus - 56,68
Silengkeng - 49,82
Aceh pao-pao - 42,62
Sinyonya - 40,63
Aceh garing - 39,00
Aceh 6B- 38,51
Aceh padang bulan - 38,00
Biji- 37,43
Aceh gundul - 34,10
Aceh kuning - 31,75
Sitangkuebb-b29,00
Simacan - 27,80
Binjai - 22,34
Aceh gendut - 20,80
Aceh rapiah - 20,71
Sumber: Baga Kalie et al (1989)
Prof. DR. Made Astawan
Dosen Departemen Teknologi Pangan Dan Gizi IPB

Rambutan Bikin Pria Subur

1.      Share | |
2.     
3.   
A
A

Rambutan Bikin Pria SuburWartaNews-Jakarta - Rambutan kaya vitamin C dan antioksidan. Selain mampu menangkal kanker, katarak, dan mencegah penuaan, rambutan juga bisa meningkatkan kesuburan pria.

Buah yang satu ini dikenal sebagai buah yang sangat eksotis. Ciri khas buah ini, seluruh permukaannya diselimuti rambut-rambut kaku. Daging buahnya berwarna putih, menyelimuti biji yang berbentuk bulat lonjong.

Rambutan (Nephelium lappaceum Linn) merupakan tanaman buah yang berasal dari Indonesia dan Malaysia, kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin. Tanaman rambutan juga ditemukan di daratan yang beriklim subtropis.

Tidak hanya daging buahnya, bijinya pun dapat dimanfaatkan. Di Filipina, biji buah rambutan biasanya dipanggang dan disajikan sebagai lauk. Biji buah rambutan terkenal dengan kandungan tannin dan saponinnya bermanfaat bagi tubuh.

Rambutan merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Buah rambutan tergolong buah berkadar vitamin C tinggi, satu kelas dengan jeruk yang telah lebih dulu dikenal luas sebagai sumber vitamin C.

Selain vitamin C, buah ini juga mengandung vitamin lainnya, seperti niacin, thiamin, dan riboflavin. Mineral yang banyak terkandung pada rambutan adalah kalium, kalsium, besi, dan fosfor. Kandungan serat pangannya juga cukup tinggi, yaitu 2,8 g per 100 g daging buah.

Buah rambutan mengandung berbagai jenis gula. Jenis dan kadar gula per 100 g daging buah adalah glukosa (2,8 g), fruktosa (3,0 g), dan sukrosa (9,9 g). Selain itu, buah rambutan juga mengandung asam, seperti asam malat dan asam sitrat, masing-masing dengan kadar 0,05 dan 0,31 g per 100 g. Kombinasi gula dan asam tersebutlah yang menyebabkan rambutan memiliki rasa manis yang segar.

Tingkatkan Kualitas Sperma dan Antikanker pada Vitamin C dikenal sebagai senyawa utama tubuh yang dibutuhkan dalam berbagai proses penting, mulai dari pembuatan kolagen (protein berserat yang membentuk jaringan ikat pada tulang), pengangkut lemak, pengangkut elektron dari berbagai reaksi enzimatik, pemacu gusi yang sehat, pengatur tingkat kolesterol, serta pemacu sistem kekebalan tubuh.

Makanan yang kaya akan vitamin C akan sangat membantu untuk mencegah berbagai jenis kanker, di antaranya kanker paru-paru, kolon, pankreas, kandung kemih, dan payudara. Vitamin C juga dapat mengurangi radikal bebas yang merupakan pencetus kanker, sebab vitamin ini merupakan antioksidan yang baik. Vitamin C juga sangat esensial untuk pembentukan sperma.

Kekurangan vitamin C pada pria dapat menghambat dalam memperoleh keturunan. Perbaikan untuk hal ini memerlukan waktu satu bulan dengan meningkatkan konsumsi vitamin C sebanyak 500 miligram.

Kualitas dan kuantitas sperma serta aktivitasnya dapat ditingkatkan dengan menambah konsumsi vitamin C.

Manfaat lain dari vitamin C mengurangi risiko katarak, memperkuat dinding kapiler darah, dan memperkecil risiko penyakit jantung. Peneliti percaya bahwa vitamin C juga dapat menghambat penuaan dengan memperbarui sel-sel darah putih.(*/ipk)

Jambu Bol Jamaika

Jambu Bol JamaikaJambu Bol Jamaika

Jambu bol adalah pohon buah kerabat jambu-jambuan. Buah jambu ini memiliki tekstur daging yang lebih lembut dan lebih padat dibandingkan dengan jambu air. Tidak begitu jelas mengapa namanya demikian karena bol (bahasa Melayu) atau bool (bahasa Sunda) berarti "pantat".

Nama-nama daerahnya di antaranya jambu bo, jambu jambak (Min.), jambu bool (Sd.), nyambu bol (Bl.), jambu bolo (Mak.), jambu bolu (Bug.). Juga, jambu darsana, dersana, tersana (Jw., Md.); kupa maaimu (Sulut); nutune, lutune, lutu kau, rutuul (Mal.) dan lain-lain.

Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Malay apple, sementara nama ilmiahnya adalah Syzygium malaccense (yang berarti: ‘berasal dari Malaka’) menunjuk pada salah satu wilayah asal-usulnya.

Pohon yang tidak seberapa tinggi, hingga sekitar 15 m. Batang lurus, gemangnya hingga 20-45 cm, bercabang rendah dan bertajuk rimbun padat sampai membulat, memberikan naungan yang berat.

Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai pendek 1-1,5 cm, yang tebal dan kemerahan ketika muda. Helaian daun lonjong menjorong, 15-38 x 7-20 cm, tebal agak kaku seperti jangat.

Karangan bunga muncul pada bagian ranting yang tak berdaun (sering pula pada cabang dekat batang utama), bertangkai pendek dan menggerombol, berisi 1-12 kuntum. Bunga merah agak ungu atau jambon, berbilangan 4, bergaris tengah 5-7 cm; tabung kelopak panjang 1,5-2 cm; helai mahkota merah, lonjong, bundar telur atau bundar, 1,5-2 cm; benang sari banyak, panjang s/d 3,5 cm; panjang tangkai putik 3-4,5 cm.

Buah buni berbentuk bulat sampai menjorong, dengan garis tengah 5-8 cm, merah tua, kuning keunguan, atau keputihan. Daging buah padat, tebal 0,5-2,5 cm, putih dengan banyak sari buah dan wangi yang khas, asam manis sampai manis. Bijinya sebutir, bulat kecoklatan, berdiamater 2,5-3,5 cm

Kegunaan
Buah jambu bol biasa disajikan sebagai buah meja. Jambu bol, bersama dengan jambu air dan jambu semarang atau jambu cincalo memiliki pemanfaatan yang kurang lebih serupa dan dapat saling menggantikan. Buah-buah ini umumnya dimakan segar, atau dijadikan sebagai salah satu bahan rujak. Aneka jenis jambu ini juga dapat disetup atau dijadikan asinan.

Karena rasa dan aromanya, jambu bol pada umumnya lebih disukai orang dan karena itu harganya juga umumnya lebih tinggi daripada jambu air atau jambu semarang.

Kulit batangnya digunakan sebagai obat sariawan. Sedangkan kayunya yang keras dan kemerahan cukup baik sebagai bahan bangunan, asalkan tidak kena tanah.

Asal Usul
Asal usul pohon buah ini tidak diketahui dengan pasti, akan tetapi jambu bol ditanam luas sejak lama di Semenanjung Malaya, Sumatra dan Jawa.

Karena manfaatnya, jambu bol kini ditanam di banyak negara tropis, termasuk di negara-negara Karibia seperti Jamaika serta Trinidad dan Tobago. Wikipedia

kebunkebunkebun
Menu Utama
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counter
Hari Ini
90
mod_vvisit_counter
Kemarin
215
mod_vvisit_counter
Bulan Ini
4302


Internet Explorer 6.0, Windows
Today: Apr 24, 2011
Login Form
Username
Password
Remember Me
·         Forgot your password?
·         Forgot your username?
·         Create an account


Bibit Jambu Biji

Jambu Mutiara, Jambu Pir, Varigata, Merah Australia, Sukun Merah, Getas Merah, Varigata Jumbo, dan tersedia juga dalam bentuk kombinasi.

Sekilas Perawatan Tabulampot Jambu Biji

Merawat tabulampot jambu biji termasuk mudah. Tidak terlalu nyelimet dan tidak terlalu butuh perlakuan khusus. Apalagi jambu biji termasuk tanaman yang genjah (cepat dan rajin berbuah).

Media Tanam
Media tanam yang dibutuhkan sama saja dengan media tanam untuk tabulampot umumnya yaitu campuran tanah, pupuk dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Sekam padi gunanya lebih pada penggembur tanah, disamping kalau sudah hancur bisa jadi pukpuk juga. Jadi kalau sekam tidak tersedia cukup campuran tanah dan pupuk. Yang penting, media gembur atau bersifat forous.

Penyiraman
Penyiraman dapat dilakukan setiap hari . Tapi jika media tanam masih basah, sebaiknya tidak disiram. Penyiraman bisa pagi atau sore. Dan ada baiknya, jika pagi (sebelum jam 8 pagi) ya pagi terus, kalau sore (setelah jam 4 sore) ya sore terus.

Pemupukan
Lakukan pemupukan secara berkala setiap tiga bulan sekali, atau minimal dua kali setahun yaitu pada awal musim hujan dan awal musim kemarau. Pakailah selalu pupuk organik. Gunakan pupuk kimia secara bijak. Artinya, penggunaan pupuk kimia hanya pada waktu dan dosis yang memang dibutuhkan, seperti pada proses pembungaan/pembuahan yang memang memerlukan pupuk (unsur hara mineral makro) P dan K yang tinggi, serta pupuk yang mengandung unsur mikro seperti Ca, Mg, Mn, Zn, Cu, Fe dll. Unsur Mg sangat mempengaruhi pembentukan klorofil tanaman, sehingga fotosintesis berjalan optimal. Selain itu Mg juga berfungsi sebagai katalisator penyerapan unsur P dan K.

Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk ; pembentukan tajuk baru, pemeliharaan, produksi dan peremajaan. Khusus untuk jambu biji, pemangkasan bisa bertujuan untuk proses pembuahan, karena kecenderungannya yang setiap tunas baru membawa bunga.

Jambu PirPembungaan/Pembuahan
Seperti disebutkan diatas, bahwa jambu biji termasuk tanaman yang rajin berbuah. Jadi tidak perlu ada perlakuan khusus untuk membuahkannya. Di Sri Wijaya Tani, dengan hanya memupuk secara rutin dengan pupuk kandang, jambu biji tetap rajin berbuah. Tapi jika masih belum berbuah, lakukan pemangkasan yang diikuti dengan pemupukan dengan kandungan P dan K yang tinggi. Ingat, sebelum pemangkasan lakukan pemupukan dengan kandungan unsur N yang tinggi, dan saat pemangkasan tanaman benar-benar dalam keadaan sehat yang ditandai dengan pencabagan merata, warna daun hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.

Khasiat Jambu Biji Untuk Pengobatan

1. Diare
Daun jambu biji segar seberat 30 g, ditambah segenggam
tepung beras dan air 1-2 gelas direbus. Cairan ini diminum 2 kali sehari. Dapat juga 3 lembar daun jambu biji muda yang segar dikunyah dengan sedikit garam lalu ditelan. Lakukan sehari 2 kali.

2. Sariawan
Rebus 1 genggam daun jambu biji segar ditambah 1 jari kulit batangnya dengan 1 liter air. Saring dan minum air rebusan ini 2 kali sehari.

3. Luka berdarah atau borok di sekitar tulang
Lumatkan daun jambu biji segar. Tempelkan lumatan daun ini di tempat yang sakit. Lakukan beberapa kali sehari.

4. Kencing manis
Ambil 1 buah jambu biji yang masih mengkal dan dipotong-potong, kemudian direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas. Saring terlebih dahulu sebelum diminum 2 kali sehari.

5. Ambeien
Ambillah beberapa lembar daun jambu batu muda atau pucuknya ditambah sebuah pisang batu. Kedua bahan dicuci bersih. Pisang batu tak perlu dikupas. Tumbuk keduanya. Air perasannya ditampung lalu diminum. Lakukan setiap hari secara teratur. Walaupun rasa sakit sudah hilang tetap minum air tersebut supaya benar-benar sembuh.

6. Kembung pada anak-anak
Petik 3 lembar daun jambu biji yang masih muda dan segar. Rebus dengan 2 cangkir air bersama 1/2 jari kulit batang pulosari dan 5 butir adas. Perebusan dilakukan hingga air tinggal 1 cangkir saja. Sebelum diminum sebaiknya air disaring. Anak berumur 3 tahun dapat diberi cairan ini sehari 3 kali sebanyak 2 sendok makan, anak yang lebih tua diberi sehari 1 cangkir.
Kutipan utuh dari klipingku.com

Selain itu bermanfaat juga untuk :
1. Diabetes Mellitus
Bahan: 1 buah jambu biji setengah masak. Cara membuat: buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore
2. Maag
Bahan: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar. Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.
3. Sakit Perut (Diare dan Mencret)
Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya. Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari pagi dan sore.
4. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui
Bahan: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya. Cara menggunakan: dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
5. Masuk Angin
Bahan: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.
6. Beser (sering kencing) berlebihan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk beras yang digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa). Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.
7. Prolapsisani
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji. Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: air ramuan tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk mengompres selaput lendir poros usus (pusar) pada bayi.
8. Sariawan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji. Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.
9. Sakit Kulit
Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 7 kuntum bunga jambu biji. Cara membuat: ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan: untuk menggosok bagian kulit yang sakit.
10. Obat luka baru
Bahan: 3 pucuk daun jambu biji. Cara membuat: dikunyah sampai lembut Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian tubuh yang luka agar tidak mengelurkan darah terus menerus.
dikutip dari iptek.net.id

Bibit Tanaman Lainnya

tersedia juga bibit kurma dan pohon kurma yang sudah berbuah


Jaboticaba / anggur brazil, Beach Cherry, Pitomba Yellow, Miracle Fruit, Kelapa, Belimbing, Delima, Leci, Ramburan, Kedondong, Kawista, Asam, Pisang, Sirsak.
Jaboticaba atau Anggur BrazilBibit Jaboticaba : Jaboticaba atau disebut juga Anggur Brazil, karena konon katanya berasal dari sono (Brazil). Walau disebut anggur, tapi jangan dikira pohonnya menyerupai anggur yang selama ini kita kenal. Jaboticaba memiliki batang cukup kokoh dengan pencabangan banyak. Buahnya muncul dibatang, sebelum matang berwarna hijau, setelah matang berwarna ungu kehitaman dengan daging putih bersih menyerupai anggur hitam. Buah jaboticaba sepintas juga menyerupai buah Kupa atau Gowok. Dari literatur disebutkan bahwa Jaboticaba dapat tumbuh di ketinggian 0 sd. 1000 mdpl.
Satu hal yang istimewa dan unik dari Jabotikaba adalah rasanya, pada sembilan hari menjelang matang, diawali dengan rasa jambu biji, esoknya rasa manggis, dan berubah lagi jadi rasa leci di hari ke tiga. Pada hari keempat dan kelima menjadi rasa markisa dan srikaya. Hari keenam sampai delapan berubah lagi jadi rasa anggur. Dan pada saat matang sempurna, rasanya jadi manis dengan aroma harum.


Kelapa Pandan Wangi ; Kata yang udah ngrasain sih rasanya sangat istimewa. Walaupun belum dikasih gula, rasanya sangat manis kayak udah dikasih gula gitu lho, Udah gitu aroma pandannya juga sangat kerasa. Pendek kata maknyuss deh.
Bibit yang tersedia dari buah yang diimport dari Thailand. dan menurut informasi dari sananya mulai berbuah umur 3 tahun.
Kelapa Kopyor ; Kalau kita lagi mampir ke restoran dan mesan minum es kelapa kopyor, berapa harga per gelas?. Mahal kan?. Dipinggir jalan saja - kalaupun dapat- harga per butir tidak kurang dari 30 ribu rupiah. Alasannya, disamping rasanya memang enak, kelapa kopyor masih sangat terbatas dan sulit didapat. Dari sentra-sentra kebun kelapa lokal, untuk mendapatkan kopyor juga sulit. Dalam satu tandan kelapa katanya paling bisa dapat kopyor satu dua butir. Nah bibit kelapa kopyor yang kami jual, diimport dari Thailand, yang dapat - jaminan dari importirnya- menghasilkan minimal 70 % kopyor dari setiap tandannya.


beach cherryBeach Cherry, Barbados Cherry


belimbingBelimbing



Asam Manis ; Bicara pohon atau buah asam, yang terpikir oleh kita tentunya langsung pada rasanya yang asam dan sayur asem. Nah untuk yang satu ini beda lho. Biar namanya pohon asam, tapi buah nya yang matang dapat dimakan langsung dan rasanya manis.



Bibit Delima ; Delima Hitam, Delima Putih, Delima Merah


Miracle Fruit


Pisang


Bibit Leci


Kedondong


rambutan
Bibit Rambutan ; Rambutan Binjai, Rambutan Rapiah


kawistaBibit Kawista


Sirsak Ratu

Bibit Jambu Biji

Jambu Mutiara, Jambu Pir, Varigata, Merah Australia, Sukun Merah, Getas Merah, Varigata Jumbo, dan tersedia juga dalam bentuk kombinasi.

Sekilas Perawatan Tabulampot Jambu Biji

Merawat tabulampot jambu biji termasuk mudah. Tidak terlalu nyelimet dan tidak terlalu butuh perlakuan khusus. Apalagi jambu biji termasuk tanaman yang genjah (cepat dan rajin berbuah).

Media Tanam
Media tanam yang dibutuhkan sama saja dengan media tanam untuk tabulampot umumnya yaitu campuran tanah, pupuk dan sekam padi dengan perbandingan 1:1:1. Sekam padi gunanya lebih pada penggembur tanah, disamping kalau sudah hancur bisa jadi pukpuk juga. Jadi kalau sekam tidak tersedia cukup campuran tanah dan pupuk. Yang penting, media gembur atau bersifat forous.

Penyiraman
Penyiraman dapat dilakukan setiap hari . Tapi jika media tanam masih basah, sebaiknya tidak disiram. Penyiraman bisa pagi atau sore. Dan ada baiknya, jika pagi (sebelum jam 8 pagi) ya pagi terus, kalau sore (setelah jam 4 sore) ya sore terus.

Pemupukan
Lakukan pemupukan secara berkala setiap tiga bulan sekali, atau minimal dua kali setahun yaitu pada awal musim hujan dan awal musim kemarau. Pakailah selalu pupuk organik. Gunakan pupuk kimia secara bijak. Artinya, penggunaan pupuk kimia hanya pada waktu dan dosis yang memang dibutuhkan, seperti pada proses pembungaan/pembuahan yang memang memerlukan pupuk (unsur hara mineral makro) P dan K yang tinggi, serta pupuk yang mengandung unsur mikro seperti Ca, Mg, Mn, Zn, Cu, Fe dll. Unsur Mg sangat mempengaruhi pembentukan klorofil tanaman, sehingga fotosintesis berjalan optimal. Selain itu Mg juga berfungsi sebagai katalisator penyerapan unsur P dan K.

Pemangkasan
Pemangkasan bertujuan untuk ; pembentukan tajuk baru, pemeliharaan, produksi dan peremajaan. Khusus untuk jambu biji, pemangkasan bisa bertujuan untuk proses pembuahan, karena kecenderungannya yang setiap tunas baru membawa bunga.

Jambu PirPembungaan/Pembuahan
Seperti disebutkan diatas, bahwa jambu biji termasuk tanaman yang rajin berbuah. Jadi tidak perlu ada perlakuan khusus untuk membuahkannya. Di Sri Wijaya Tani, dengan hanya memupuk secara rutin dengan pupuk kandang, jambu biji tetap rajin berbuah. Tapi jika masih belum berbuah, lakukan pemangkasan yang diikuti dengan pemupukan dengan kandungan P dan K yang tinggi. Ingat, sebelum pemangkasan lakukan pemupukan dengan kandungan unsur N yang tinggi, dan saat pemangkasan tanaman benar-benar dalam keadaan sehat yang ditandai dengan pencabagan merata, warna daun hijau tua mengkilat dan tidak sedang terserang hama atau penyakit.

Khasiat Jambu Biji Untuk Pengobatan

1. Diare
Daun jambu biji segar seberat 30 g, ditambah segenggam
tepung beras dan air 1-2 gelas direbus. Cairan ini diminum 2 kali sehari. Dapat juga 3 lembar daun jambu biji muda yang segar dikunyah dengan sedikit garam lalu ditelan. Lakukan sehari 2 kali.

2. Sariawan
Rebus 1 genggam daun jambu biji segar ditambah 1 jari kulit batangnya dengan 1 liter air. Saring dan minum air rebusan ini 2 kali sehari.

3. Luka berdarah atau borok di sekitar tulang
Lumatkan daun jambu biji segar. Tempelkan lumatan daun ini di tempat yang sakit. Lakukan beberapa kali sehari.

4. Kencing manis
Ambil 1 buah jambu biji yang masih mengkal dan dipotong-potong, kemudian direbus dengan 3 gelas air hingga tinggal 1 gelas. Saring terlebih dahulu sebelum diminum 2 kali sehari.

5. Ambeien
Ambillah beberapa lembar daun jambu batu muda atau pucuknya ditambah sebuah pisang batu. Kedua bahan dicuci bersih. Pisang batu tak perlu dikupas. Tumbuk keduanya. Air perasannya ditampung lalu diminum. Lakukan setiap hari secara teratur. Walaupun rasa sakit sudah hilang tetap minum air tersebut supaya benar-benar sembuh.

6. Kembung pada anak-anak
Petik 3 lembar daun jambu biji yang masih muda dan segar. Rebus dengan 2 cangkir air bersama 1/2 jari kulit batang pulosari dan 5 butir adas. Perebusan dilakukan hingga air tinggal 1 cangkir saja. Sebelum diminum sebaiknya air disaring. Anak berumur 3 tahun dapat diberi cairan ini sehari 3 kali sebanyak 2 sendok makan, anak yang lebih tua diberi sehari 1 cangkir.
Kutipan utuh dari klipingku.com

Selain itu bermanfaat juga untuk :
1. Diabetes Mellitus
Bahan: 1 buah jambu biji setengah masak. Cara membuat: buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore
2. Maag
Bahan: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar. Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.
3. Sakit Perut (Diare dan Mencret)
Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya. Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari pagi dan sore.
4. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui
Bahan: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya. Cara menggunakan: dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
5. Masuk Angin
Bahan: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya. Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.
6. Beser (sering kencing) berlebihan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk beras yang digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa). Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.
7. Prolapsisani
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji. Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: air ramuan tersebut dalam keadaan masih hangat dipakai untuk mengompres selaput lendir poros usus (pusar) pada bayi.
8. Sariawan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji. Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.
9. Sakit Kulit
Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 7 kuntum bunga jambu biji. Cara membuat: ditumbuk bersama-sama sampai halus. Cara menggunakan: untuk menggosok bagian kulit yang sakit.
10. Obat luka baru
Bahan: 3 pucuk daun jambu biji. Cara membuat: dikunyah sampai lembut Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian tubuh yang luka agar tidak mengelurkan darah terus menerus.
dikutip dari iptek.net.id

Bibit Srikaya

Tersedia Srikaya New Varietas, Srikaya Merah, Srikaya Pinkmamoth, Srikaya Nanas / Pineaplle, Sunpablo.

Tabulampot Srikaya

Perawatan tabulampot Srikaya secara umum dapat mengikuti langkah-langkah perawatan tabulampot seperti yang kami uraikan dalam bagian/halaman tabulampot. Namun khusus untuk Srikaya New Varietas diperlukan perlakuan tambahan sebagai berikut :
1.      Dalam kondisi tanaman sehat lakukan pemangkasan untuk merangsang keluarnya bunga. Munculnya tunas baru pada srikaya cenderung membawa bunga. Tapi jangan lupa, sebelum pemangkasan dilakukan, katakanlah dua minggu sebelumnya, tanaman sudah diberi pupuk yang lengkap.
2.      Pada saat bunga mulai terlihat bermunculan, berikan pupuk dengan kandungan K yang lebih tinggi.
3.      Jika pupuk yang digunakan tidak mengandung unsur hara mikro, jangan lupa untuk memberikan pupuk unsur minimeral mikro yang cukup. Unsur hara mineral mikro walau dalam jumlah kecil, mutlak diperlukan.
4.      Untuk mendapatkan hasil yang optimal - buah besar dan rasa manis - ulangi pemberian pupuk berkandungan K tinggi.
Jika ada hal-hal yang kurang dipahami, kami sangat terbuka untuk mendiskusikannya, berbagi pengalaman tentunya. Kami bukan pakar pertanian, tapi ditempat kami tabulampot berbuah optimal. Silahkan hubungi kami di kebun@sriwijayatani.com
BUAH kedondong atau dondong yang rasanya asam manis ini banyak disukai orang, terutama untuk dijadikan rujak atau manisan. Manfaat buah kedondong cukup besar, terutama dari kandungan gizinya yang baik untuk tubuh. Buat yang sulit buang air besar (BAB), buah kedondong dipercaya dapat melancarkan. Ingin tahu?

Pohon kedondong (Spondias dulcis) merupakan tanaman besar yang tingginya bisa mencapai 20 meter. Tanaman ini umumnya terdapat di daerah tropis dan lebih menyukai tanah di daratan rendah sebagai tempat tumbuhnya. Bentuk buahnya bulat lonjong dengan kulit berwarna hijau. Namun kalau sudah matang, kulitnya akan berubah kuning dan mudah dikupas.

Buah dengan biji berduri ini berasal dari belahan timur Indonesia. Di dunia international, buah dengan kedahsyatan rasa masamnya disebut dengaan nama Ambrella. Pada awal abad 20, kedondong diperkenalkan ke mancanegara, mulai dari Australia sampai Jamaica. Bahkan, kedondong sempat ditanam juga di Florida.

Jenis kedondong yang dikenal umumnya bentuk buahnya sebesar telur ayam. Namun ada juga jenis varietas lain yang ukuran buahnya cukup besar, bahkan bisa dari varietas umumnya. Dan beratnya bisa mencapai 1 kg per buah. Jenis ini umunya terdapat di kawasan Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah dan dikenal dengan nama kedondong raksasa.

Kedondong merupakan tanaman buah berupa pohon yang dalam bahasa Inggris disebut ambarella, otaheite apple, atau great hog plum. Sedangkan di Asia Tenggara disebut kedondong (Indonesia & Malaysia), hevi (Filipina), gway (Myanmar), mokah (Kamboja), kook kvan (Laos), makak farang (Thailand), dan co`C (Vietnam).

Buahnya banyak digunakan untuk rujak, sayur, serta dibuat acar (sambal kedondong). Daun mudanya yang dikukus dijadikan pakan ternak. Dalam tiap 100 gram buah mengandung 60-85 gram air, 0,5–0,8 gram protein, 0,3–1,8 gram lemak, 8-10,5 gram sukrosa, 0,85-3,60 gram serat.

Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan besi. Buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10 persen.

“Kandungan zat gizi yang utama dalam buah kedondong adalah unsur gula dalam bentuk sukrosa yang penting sebagai vitalitas dan daya tahan tubuh. Begitu juga dengan kandungan seratnya dan airnya yang cukup tinggi bermanfaat dalam melancarkan buang air besaar (BAB) serta mencegah dehidrasi,” jelas Putri Gita Menur SKM, ahli gizi dari Marie France Bodyline Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan.

Kandungan utama yang terdapat dalam buah kedondong adalah unsur gula dalam bentuk sukrosa yang penting sebagai penambah energi dan vitalitas tubuh. Begitu juga dengan kandungan seratnya dan airnya yang cukup tinggi bermanfaat dalam melancarkan pencernaan serta mencegah dehidrasi.

“Khasiatnya untuk kecantikan bisa sebagai antioksidan yang secara langsung dapat mencegah radikal bebas. Selain itu vitamin C yang terkandung di dalamnya, dapat membantu meningkatkan produksi kolagen yang berfungsi sebagai elastisitas kulit bagi wanita,” terangnya.

Manfaat buah kedondong lainnya adalah dari rendahnya kandungan lemak, sehingga buah ini cocok sebagai makanan camilan diet yang menyegarkan. Apalagi kandungan karbohidrat maupun proteinnya juga termasuk rendah. Selain itu, sebagian masyarakat juga ada yang memanfaatkan buah kedondong untuk mengobati dan mengatasi luka bakar.

“Manfaat buah kedondong lainnya adalah rendahnya kandungan lemak, sehingga buah ini boleh dijadikan sebagai makanan camilan diet yang menyehatkan. Selain itu, sebagian masyarakat juga ada yang memanfaatkan buah kedondong untuk mengobati dan mengatasi luka akibat terbakar maupun borok,” ungkapnya.

Bagian daun dan kulit batang dari pohon kedondong sering digunakan untuk pengobatan. Daun dan kulit pohon ini banyak mengandung flavanoida, saponin, dan tanin. Kandungan ini sangat bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit disentri dan mengobati penyakit batuk.

“Pada masyarakat tradisional juga sering digunakan untuk pengobatan adalah bagian daun dan kulit batang dari pohon kedondong. Daun dan kulit pohon ini banyak mengandung flavanoida, saponin, dan tanin,” tuturnya.

Jika dilihat dari kalori, karbohidrat, lemak, protein yang rendah, buah kedondong bagus untuk diet. Karena kandungan air dan seratnya yang cukup tinggi buah kedondong bagus untuk pencernaan. Seperti batang dan daunnya bisa digunakan sebagai obat herbal diare, sariawan, batuk, dan lainnya.

Menurutnya, pemilihan buah kedondong yang baik adalah yang berwarna hijau kekuningan, permukaan padat, dan keras. Apabila terlalu matang, maka akan berubah warna menjadi kuning.

“Porsi yang dianjurkan untuk mengonsumsi buah kedondong adalah 1-2 buah yang berukuran kecil, jika ukurannya lebih besar maka cukup 1 buah saja atau kurang lebih 50-75 gram per porsi,” lanjutnya.
(Genie/Genie/tty

Minggu, 28 Oktober 2007

Bertanam Pohon Jambu Biji

Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu, dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah, menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk, jambu siki, atau jambu batu. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain, sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok.

Sentra Penanaman

Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang, Malaysia, Brazilia dan lain-lain. Di Indonesia, Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sentra produksi yang lain adalah Sumatera dan Kalimantan. Pada tahun-tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang dan kemudian muncul jambu Bangkok yang dibudidayakan di kota Kleri, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Jenis Tanaman

Dari sejumlah jenis jambu biji, terdapat beberapa varietas jambu biji yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomisnya yang relatif lebih tinggi diantaranya:
  1. Jambu sukun (jambu tanpa biji yang tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali).
  2. Jambu bangkok (buahnya besar, dagingnya tebal dan sedikit bijinya, rasanya agak hambar). Setelah diadakan percampuran dengan jambu susu rasanya berubah asam-asam manis.
  3. Jambu merah.
  4. Jambu pasar minggu.
  5. Jambu sari.
  6. Jmabu apel.
  7. Jambu palembang.
  8. Jambu merah getas.

Manfaat Tanaman
  1. Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi, dengan kadar gula 8%. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol.
  2. Sebagai pohon pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias.
  3. Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional.
  4. Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras.
  5.  
SYARAT PERTUMBUHAN

Iklim
Dalam budidaya tanaman jambu biji angin berperan dalam penyerbukan, namun angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga.
Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun.
Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil), yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan Juli-September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan.
Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu bij.

Media Tanam
Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah.
Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen, bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.
Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya, yaitu antara 4,5-8,2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.

Ketinggian Tempat
Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 5-1200 m dpl.


Sumber : Warintek - Progressio
Akhmad
6 komentar:
Baskoro mengatakan...
Assalamualaikum pak

Kebetulan saya sedang mencari literatur tentang jambu merah atau jambu biji. Apakah bapak bisa memberi saya informasi tantang budidaya jambu tersebut.
Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
Akhmad mengatakan...
Ass.Wr.Wb. Trimakasih kunjungannya pak Baskoro. Mohon maaf baru dibalas.
Budidaya jambu ini tidak terlalu sulit yg penting pakai bibit yg unggul untuk jambu biji merah yg unggul yg saya tahu adalah jambu Getas. Ini bisa didapatkan di penangkar buah dengan harga Rp 5000/ph. Beri pupuk kandang saat menanam dan kalau sudah berbuah jauhkan dari lalat buah dengan membuat perangkap lalat buah. (lihat blog saya). Insya Allah kita tinggal menikmati hasilnya. Selamat berkebun jambu pak.
triana_ipb mengatakan...
aslm pak kira2 saya bisa dapat bibit jambu biji dimana ya??peluang pemasaran untuk jambu biji seperti apa??
kemana saya dapat menjual jambu biji ini jika sudah panen??
untuk masa penanaman dari bibit sampai siap panen berapa lama pak??
saiko mengatakan...
assalamualaikum pak ,sy lg menanam jambu getas merah 100 phn .yg ingin sy tanyakan jk nanti sy m~cangkok lg apa ada pengaruhnya dng lebat&besarnya buah. sblmnya tims atas komentar balasannya.
Akhmad mengatakan...
@triana ipb : Mohon maaf baru dibalas. Triana tinggal didaerah mana ? Saya beli jambu getas di Gema horti Mekarsitrun di majalengka. Tlp 08122200160, 081564934242. Di majalengka ini sentra pembibitan tanaman buah, jadi harganya hampir 1/3 di pasaran. Kalau belinya tidak banayk bisa beli di penangkar-penangkar tanaman buah di kota anda.
Jambu getas cangkok atau okulasi Insya Allah 2 tahun sudah berbuah.
Tentang pemasaran saat ini permintaan dari kios-kios buah masih belum bisa dipenuhi.
Di Supermarket jambu getas masih terbatas sedangkan permintaanya sangat tinggi apalagi kalau lagi ada demam berdarah.
Selamat mencoba
Salam
Akhmad
Akhmad mengatakan...
@Saiko : Maaf baru dibalas. Cara mencangkok cukup efektif untuk perbanyakan. Karena dalam waktu 1-2 tahun sudah langsung berbuah, juga keturunannya akan sama dengan induknya.
Jadi pencangkokan tidak akan mengurangi kualitas ukuran buah.
Cuma kelemahan mencangkok, akarnya tidak begitu kuat kalau tanaman jambu sudah dewasa karena dia tidak memiliki akar tunjang.

Budidaya Jambu Merah

Juni 5, 2007

jambu1.jpgBudidaya jambu merah merupakan salah satu usaha di bidang agribisnis yang dapat ditekuni dan menjanjikan keuntungan. Permintaan pasarnya cukup besar, karena jambu merah atau dikenal juga sebagai jambu biji atau jambu klutuk ini, banyak mengandung vitamin A dan C. Pemasarannya tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di supermarket.
Salah satu lokasi budidaya jambu merah terletak di Kecamatan Panyingkiran, Majalengka, Jawa Barat. Di wilayah ini terdapat sekitar 20 hektar kebun jambu merah rakyat. Salah satunya, perkebunan jambu merah yang dikelola oleh Haji Pepen.
Untuk mencapai lokasi perkebunan jambu merah dari Jakarta dapat melalui jalan tol Jakarta – Cikampek, keluar di pintu tol Purwakarta, lalu mengambil arah ke Majalengka. Lokasi perkebunan jambu merah terletak di luar kota Majalengka, di Blok Bojong.

jambu3.jpgDi kebun seluas dua hektar inilah, Haji Pepen menanam 300 pohon jambu merah sejak tahun 2002 lalu. Berkebun jambu merah tidak terlalu sulit karena tanaman ini dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Jambu merah akan tumbuh subur pada lahan yang gembur dan diberi pupuk organik.
Jambu merah merupakan tanaman daerah tropis yang tumbuh subur pada lahan dengan ketinggian 5 hingga 1.200 meter dari permukaan laut, dengan suhu pada siang hari berkisar antara 23 hingga 28 derajat celcius.
Bibit jambu merah yang ditanam disini dilakukan dengan sistem pencangkokan. Bibitnya dibeli dari kawasan Bogor, Jawa Barat.
Pohon jambu merah yang ditanam dengan sistem pencangkokan ini, sudah mulai berbuah setelah berumur 7 bulan. Agar tidak rusak dan terkena hama, buah jambu merah yang berada di pohon dibungkus dengan dengan plastik.
Pemanenan dilakukan setelah buah jambu yang semula berwarna hijau pekat berubah menjadi kuning muda. Cara memanen yang terbaik adalah dengan memetik buah jambu bersama tangkainya. Setiap kali panen, satu pohon di kebun ini dapat menghasilkan sekitar 5 kilogram jambu merah. Sehingga dari total 300 pohon setiap kali panen dapat menghasilkan sekitar 1,5 ton buah jambu merah. Pohon jambu merah akan terus berbuah hingga berusia 10 tahun.
jambu2.jpgBuah jambu merah yang dipetik dari pohon kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang terbuat dari anyaman bambu. Pemetikan buah biasanya dilakukan dengan cara manual, dan menggunakan tangan.
Setelah dikumpulkan ke dalam keranjang, buah jambu merah dibawa ke tempat penampungan. Disini buah disortir berdasarkan ukurannya dan dicuci.
Sebelum dibawa ke pasar, buah dikemas dengan plastik dan dimasukkan kedalam keranjang. Jambu merah yang telah matang dapat bertahan sekitar 7 hari bila disimpan di tempat yang dingin.
Pasar jambu merah cukup besar, karena selain banyak mengandung vitamin A dan C, jambu merah juga dapat mengatasi berbagai macam penyakit, seperti diare dan demam berdarah.(Helmi Azahari.Idh) Indosiar
free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Minggu, 28 Oktober 2007

Bertanam Pohon Jambu Biji

Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu, dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah, menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk, jambu siki, atau jambu batu. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain, sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok.

Sentra Penanaman

Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang, Malaysia, Brazilia dan lain-lain. Di Indonesia, Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sentra produksi yang lain adalah Sumatera dan Kalimantan. Pada tahun-tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang dan kemudian muncul jambu Bangkok yang dibudidayakan di kota Kleri, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Jenis Tanaman

Dari sejumlah jenis jambu biji, terdapat beberapa varietas jambu biji yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomisnya yang relatif lebih tinggi diantaranya:
  1. Jambu sukun (jambu tanpa biji yang tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali).
  2. Jambu bangkok (buahnya besar, dagingnya tebal dan sedikit bijinya, rasanya agak hambar). Setelah diadakan percampuran dengan jambu susu rasanya berubah asam-asam manis.
  3. Jambu merah.
  4. Jambu pasar minggu.
  5. Jambu sari.
  6. Jmabu apel.
  7. Jambu palembang.
  8. Jambu merah getas.

Manfaat Tanaman
  1. Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi, dengan kadar gula 8%. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol.
  2. Sebagai pohon pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias.
  3. Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional.
  4. Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras.
  5.  
SYARAT PERTUMBUHAN

Iklim
Dalam budidaya tanaman jambu biji angin berperan dalam penyerbukan, namun angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga.
Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun.
Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil), yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan Juli-September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan.
Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu bij.

Media Tanam
Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah.
Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen, bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.
Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya, yaitu antara 4,5-8,2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.

Ketinggian Tempat
Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 5-1200 m dpl.


Sumber : Warintek - Progressio
Akhmad
6 komentar:
Baskoro mengatakan...
Assalamualaikum pak

Kebetulan saya sedang mencari literatur tentang jambu merah atau jambu biji. Apakah bapak bisa memberi saya informasi tantang budidaya jambu tersebut.
Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.
Akhmad mengatakan...
Ass.Wr.Wb. Trimakasih kunjungannya pak Baskoro. Mohon maaf baru dibalas.
Budidaya jambu ini tidak terlalu sulit yg penting pakai bibit yg unggul untuk jambu biji merah yg unggul yg saya tahu adalah jambu Getas. Ini bisa didapatkan di penangkar buah dengan harga Rp 5000/ph. Beri pupuk kandang saat menanam dan kalau sudah berbuah jauhkan dari lalat buah dengan membuat perangkap lalat buah. (lihat blog saya). Insya Allah kita tinggal menikmati hasilnya. Selamat berkebun jambu pak.
triana_ipb mengatakan...
aslm pak kira2 saya bisa dapat bibit jambu biji dimana ya??peluang pemasaran untuk jambu biji seperti apa??
kemana saya dapat menjual jambu biji ini jika sudah panen??
untuk masa penanaman dari bibit sampai siap panen berapa lama pak??
saiko mengatakan...
assalamualaikum pak ,sy lg menanam jambu getas merah 100 phn .yg ingin sy tanyakan jk nanti sy m~cangkok lg apa ada pengaruhnya dng lebat&besarnya buah. sblmnya tims atas komentar balasannya.
Akhmad mengatakan...
@triana ipb : Mohon maaf baru dibalas. Triana tinggal didaerah mana ? Saya beli jambu getas di Gema horti Mekarsitrun di majalengka. Tlp 08122200160, 081564934242. Di majalengka ini sentra pembibitan tanaman buah, jadi harganya hampir 1/3 di pasaran. Kalau belinya tidak banayk bisa beli di penangkar-penangkar tanaman buah di kota anda.
Jambu getas cangkok atau okulasi Insya Allah 2 tahun sudah berbuah.
Tentang pemasaran saat ini permintaan dari kios-kios buah masih belum bisa dipenuhi.
Di Supermarket jambu getas masih terbatas sedangkan permintaanya sangat tinggi apalagi kalau lagi ada demam berdarah.
Selamat mencoba
Salam
Akhmad
Akhmad mengatakan...
@Saiko : Maaf baru dibalas. Cara mencangkok cukup efektif untuk perbanyakan. Karena dalam waktu 1-2 tahun sudah langsung berbuah, juga keturunannya akan sama dengan induknya.
Jadi pencangkokan tidak akan mengurangi kualitas ukuran buah.
Cuma kelemahan mencangkok, akarnya tidak begitu kuat kalau tanaman jambu sudah dewasa karena dia tidak memiliki akar tunjang.

Desa Cipada Cikalong Wetan

Desa Cipada Cikalong Wetan
Pemandangan Indah kebunku di kaki Gunung Burangrang
“Setiap muslim yang menanam suatu tanaman atau suatu tumbuhan, kemudian tanamannya itu dimakan oleh burung, manusia atau hewan, maka itu akan menjadi sadaqah baginya." [Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari]

Pengikut

Arsip Blog

Mengenai Saya

Foto Saya
Saya bapak dari 3 orang putri yang cantik-cantik (Tazkiyah Izzati, Nusaiba Adzilla, Lisana Alia), didampingi Istri saya yang penuh perhatian (Dewi Widyawati). Saya bekerja sebagai Dosen Jurusan Teknik Planologi Itenas Bandung. Hobby berat saya berkebun dan berkoleksi tanaman buah di desa Cipada Cikalong. Wetan di Kaki Gunung Burangrang

Blog Keluarga saya

Silakan Beri Masukan dan Komentar



KAJIAN PENGGUNAAN TANAMAN SEBAGAI ALTENATIF PAGAR RUMAH

Werdiningsih, Hermin (2007) KAJIAN PENGGUNAAN TANAMAN SEBAGAI ALTENATIF PAGAR RUMAH. ENCLOSURE, 6 (1). pp. 32-39. ISSN 1412-7768
[img]
Preview
PDF - Published Version
351Kb

Abstract

Keanekaragaman bentuk pagar yang dibuat masa kini merupakan cermin perkembangan tingkat sosial seiring dengan perkembangan budaya dan teknologi. Umumnya, pagar berfungsi sebagai batas tanah atau halaman. Pada zaman dahulu pagar hanya berupa deretan pohon-pohon mati yang dipancangkan atau pohon-pohon yang sengaja ditanam berderet-deret (masih biasa di jumpai di desa-desa), kini pembuatannya disesuaikan dengan perkembangan gaya arsitektur rumah atau bangunan gedung yang ada. Pagar merupakan bagian terluar dari sebuah bangunan. Bangunan yang banyak menggunakan pagar adalah bangunan rumah atau bangunan hunian lainnya. Oleh sebab itu, ketika seseorang berkunjung maka pagar adalah elemen yang pertama kali dilihat. Selain itu, pagar adalah pangkal view secara keseluruhan sehingga keberadaannya cukup penting. Pagar merupakan elemen penting bagi sebuah rumah baik secara fungsional maupun estetika. Tanaman merupakan salah satu elemen pembentuk pagar, sehingga dapat menjadi alternatif pagar sebuah bangunan. Disamping itu tanaman memiliki fungsi yang beragam seperti menambah keindahan sebuah bangunan, juga sebagai penahan atau penghalang terhadap debu, polusi dan radiasi sinar matahari. Pagar tanaman atau pagar hidup juga memiliki keunikan tersendiri, yaitu mempercantik taman depan rumah. TINJAUAN PAGAR TANAMAN Fungsi dan Manfaat Pagar Tanaman Selain berfungsi sebagai pembatas kavling atau kepemilikan, ada beberapa fungsi dan manfaat lain dari penggunaan pagar tanaman. Hal yang paling fungsional adalah sebagai filter atau penyaring suara, debu, bahkan bau. Pada saat hujan, tanah dan akar tanaman pun dapat berfungsi sebagai penahan air yang dapat disimpan sebagai cadangan air. Sebagai filter suara, pagar hidup yang cukup rimbun dan tinggi dapat meredam kebisingan dari lalu lalang kendaraan bermotor. Daun – daun tanaman dapat menangkap polutan – polutan di sekitarnya. Beberapa jenis tanaman seperti cemara dan bambu – bambuan dapat menghalangi debu masuk ke halaman rumah. Sebagai filter bau, biasanya tanaman di letakkan di sekitar bak sampah agar bau tersaring. Hal ini dikarenakan pada siang hari tanaman melakukan fotosintesis yang menyerap karbondioksida (CO2) dan melepaskan oksigen (O2) sehingga membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Penggunaan jenis tanaman yang dapat mengeluarkan wewangian (aromatik) juga dapat mengatasi bau yang tidak sedap di sekitar rumah. Menurut penelitian, tanaman jenis perdu yang sering digunakan sebagai pagar hidup dapat menyerap dengan baik gas – gas pencemar udara, seperti gas NO dan CO2 hasil buangan knalpot kendaraan bermotor hingga 70% lebih. Penanaman pada bagian depan rumah dengan tanaman pagar (berupa semak setinggi 1,5 m) dan tanaman rambat juga mampu mencegah masuknya debu ke dalam rumah. Hal ini dikarenakan perpaduan kedua jenis tanaman tersebut mampu menyaring debu dari luar sebanyak 10 – 50% , tergantung pada arah, kecepatan angin lokal, suhu, dan kelembaban udara. Kriteria Tanaman Untuk Pagar Tanaman yang biasa digunakan sebagai penghias taman sekaligus pagar atau pembatas harus memiliki beberapa karateristik yang cocok di jadikan sebagai pagar tanaman. Beberapa kriteria tersebut adalah sebagai berikut : Tahan Terhadap Perubahan Cuaca Pagar yang selalu kontak langsung dengan cuaca, teriknya matahari, hujan, hingga perubahan suhu siang dan malam dapat menyebabkan pagar mudah rusak. Oleh karena itu, jenis tanaman yang digunakan sebagai pagar harus mudah beradaptasi dengan perubahan cuaca. Pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, seperti iklim mikro, kelembaban, temperatur, jenis tanah, dan tingkat kesuburan tanah akan menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan yang baik. Jika ingin lebih aman, gunakan tanaman yang cocok di segala iklim dan perubahannya, seperti jenis perdu (mawar, lantana, teh – tehan, bugenvil, soka, dll) Bersifat Tahunan Jenis tanaman untuk pagar umumnya bersifat tahunan, yaitu siklus hidupnya lama atau mempunyai usia tanam yang panjang dan pertumbuhannya relatif lambat. Hal tersebut dimaksudkan agar penggunaan tanaman bisa lebih lama (long lifetime) sehingga tanaman tidak perlu diganti dan pemangkasan juga tidak terlalu sering dilakukan. Tanaman jenis ini diantaranya keji beling, teh – tehan, soka, dan puring. Tidak Mudah Menggugurkan Daun Jenis tanaman yang mudah menggugurkan daun akan tampak jelek (tidak menarik) dan perawatannya sulit bila digunakan sebagai pagar. Tidak Disukai Hewan Herbivora Jika rumah tidak berada di lingkungan kompleks atau perumahan dan tertutup (cluster) maka pilihlah jenis tanaman yang tidak di sukai oleh hewan herbivora seperti kambing, domba, sapi dan lain – lain. Jenis tanaman yang dapat di pilih dapat berupa tanaman beraroma, seperti mint, rempah – rempahan, tanaman berdaun runcing atau jarum, hingga tanaman berbatang cukup tebal seperti bambu. Mudah Dirawat dan Bukan Tanaman Produktif Faktor pemeliharaan menjadi unsur penting dalam memilih tanaman untuk pagar hidup. Gunakan jenis tanaman yang tidak memerlukan banyak perlakuan dan pemeliharaan khusus. Tanaman produktif seperti buah – buahan biasanya memerlukan perlakuan dan pemeliharaan khusus agar pertumbuhannya baik dan dapat berproduksi. Namun, ada beberapa jenis seperti tanaman rempah dan obat yang tidak membutuhkan banyak perawatan, seperti keji beling, mangkokan, dan beluntas. Bentuk dan Ukurannya Proposional Dengan Luas Pekarangan Serta Kondisi Lingkungan Bentuk dan ukuran tanaman yang dipilih harus disesuaikan dengan luas lahan serta kondisi lingkungan sekitar. Untuk pekaranagn sempit dan jalan lingkungan yang tidak terlalu lebar (gang) sebaiknya dipilih jenis tanaman yang berukuran kecil atau sedang, bahkan dianjurkan menanam tanaman di dalam pot. Tujuannya agar pagar hidup tidak menutupi rumah atau memakan badan jalan sehingga keseimbangan pagar terhadap rumah dan lingkungan tetap terjaga. Jika ingin menggunakan tanaman yang pertumbuhan batangnya berdiameter antara 0,15 – 3 m, dianjurkan menggunakan tanaman yang didominasi oleh unsure vertikal dan tidak mempunyai tajuk daun yang bercabang banyak dan lebar. Tanaman jenis ini yang cocok untuk pagar hidup diantaranya jenis palem (misalnya palem botol) atau cemara ( misal cemara lilin). Jenis – Jenis Tanaman Pagar Berdasar jenis tanaman yang bisa dijadikan pagar tanaman sebagai berikut : Semak Dan Perdu Tanaman semak sangat bervariasi, tinggi, dan volumenya bergradasi. Tingginya mulai dari atas ground cover sampai setinggi pohon sebagai peneduh. Karakternya juga beragam, ada yang tumbuh vertikal, melebar ke arah horisontal atau tumbuh menjuntai. Tanaman yang bisa dijadikan pagar hidup dapat berbentuk perdu tinggi atau perdu rendah. Jenis perdu tinggi di antaranya teh-tehan (Duranta repens), kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis), soka (Ixora hybrida), kaca piring (Gardenia jasminoides), kemuning (Muraya paniculata), klerodendron (Clerodendrum bungei), puring (Cordiaeum variegatum), mangkokan, keji beling, dan hanjuang (Cordyline). Sementara tanaman perdu rendah misalnya pacar air (Impatiens sp.), mawar (Rosa sp.), bayam-bayaman (Coleus sp.), asparagus, anggrek tanah (Sphatoglottis plicata), alamanda semak (Alamanda sunne), daun pilo (Phylodendron sp.), daun renda (Acalypha wilkeisiana), lantana atau cente manis (Lantana camara), maranta (Calathea machoyana), selum (Phylodendron sellum), dan song of india (Dracaena Pleomele). Beberapa jenis tanaman yang sudah tumbuh dewasa umumnya memberi kesan berumpun. Rumpun ini terbentuk jika tanaman mengasilkan anakan melalui rhizomanya. Tanaman pagar berumpun misalnya lidah mertua (Sanseviera trifasciata), bawang-bawang, lili paris (Clorophytum comosum), dan brojo lintang (Belamcanda chinensis) Pohon Sebagai tanaman peneduh sekaligus tanaman pagar, kelompok pohon sangat beragam jenis dan ukurannya. Pada umumnya, pohon-pohonan ini memiliki kanopi daun berfungsi sebagai payung untuk meneduhi area pada radius tertentu. Pohon peneduh ini dapat ditanam di luar pagar sebagai tanaman tepi jalan atau ditanam di dalam pagar. Untuk peneduh di luar, pagar dapat dipilih tanaman yang berukuran lebih besar seperti, jenis-jenis palem, Cerbera odollam, sikat botol, dan glodokan tiang. Tanaman tersebut mempunyai kanopi cukup lebar (2-3 m) sehingga membutuhkan lahan yang lebih luas. Untuk ditanam di dalam taman atau sebagai pagar, sebaiknya dipilih yang batangnya tidak terlalu besar dan ukuran kanopinya hanya selebar 1-2 m saja. Kenanga, kamboja, dan terong hias (Solanum) cocok untuk fungsi tersebut. Jenis pohon lain yang sering digunakan sebagai penghias taman dan pagar adalah pohon pelindung seperti glodokan tiang atau cemara lilin. Tanaman Rambat Tanaman rambat memiliki karakter tumbuh menjalar. Tanaman ini dapat dipadukan dengan pagar yang terbuat dari elemen keras sperti besi dan kayu. Pagar tersebut umumnya berkesan terbuka karena rongga-rongganya cukup lebar. Agar tidak terlalu berkesan terbuka, pagar rumah sebaiknya diberikan tanaman merambat. Tanaman ini juga berfungsi sebagai penutup pagar yang transparan sehingga mengurangi pandangan langsung ke arah dalam. Dengan demikian, kegiatan bersantai di teras menjadi terasa lebih enak dan lebih bebas. Jenis tanaman merambat ada dua macam, yaitu ada yang merambat sendiri dan perlu dirambatkan. Jenis tanaman yang bersifat merambat sendiri, misalnya stefanot, Passiflora, mucuna (flama of Irian), pseudocayma, Costus maroon, dan thunbergia. Sementara tanaman perdu yang perlu dirambatkan, misalnya bugenvil, pyrostegia, dan alamanda. Tanaman yang berbentuk pagar atau terali, seperti nona makan sirih, air mata pangantin, asparagus, beluntas, kembang telang, dan Ipomoea purpurea juga dapat digunakan. Bambu – Bambuan Tanaman jenis-jenis bambu - bambuan sering digunakan sebagai pembatas area taman dengan jalan umum. Daunnya kecil dan rapat serta pertumbuhannya mampu menghalau debu dan meredam suara. Jenis bambu hias yang dapat dijadikan pagar tanaman, di antaranya bambu jepang (Arandinaria japonica) dan bambu kuning. Kaktus Kaktus merupakan tanaman yang mudah dirawat. Oleh karena habitat aslinya di gurun, tanaman ini akan tetap tumbuh sehat meskipun tidak disiram. Beberapa jenis kaktus membutuhkan sinar matahari penuh sehingga cocok ditanam di halaman atau teras rumah sebagai lansekap, di antaranya Astrophytum asterias, Ferocactus herrerae, dan Acanthocalycium violaceum. Tanaman Air Kehadiran tanaman air yang ditanam pada sebuah wadah (Container) berbentuk unik dapat menjadi daya tarik sebuah rumah. Perpaduan antara soft material dari tanaman air dan hard material dari gentong atau bak penyangganya menjadi nilai tambah yang bisa memberikan kesan unik pada taman. Adanya tanaman air mampu meredam panas dan memberikan kesan sejuk serta menenangkan pikiran. Beberapa jenis tanaman air tampil kekar dengan daun dan batang yang menjulang tegak di atas permukaan air, seperti lotus, papyrus (Cyperus papyrus), cyperus (Cyperus alternifolius), typha (Typha angustifollia), melati air (Echinodorus palaefolius), dan Thalia geniculata. Studi Banding Penggunaan Pagar Tanaman Studi banding penggunaan pagar tanaman menggunakan metode literatur., dimana dengan melihat dan membandingkan penggunaan pagar tanaman di tempat lain. Penggunaan Pagar Tanaman di Kediaman Etijuan, River Park, Bintaro, Jakarta. Kesan dimanis sangat dominan pada desain pagar ini. Hal ini terlihat pada bentuk lengkung dan variasi tanaman yang digunakan. Bentuk lengkung pada pagar didapat dari pemangkasan teh – tehan, ditambah dengan penggunaan pot – pot besar yang di tanami tanaman air serta tanaman ground cover seperti rumput dan tanaman bawang – bawangan mempertegas kesan informal pada konsep desainnya. Penggunaan Pagar Tanaman di Kediaman Muh. Idris Ranadipura, Bintaro, Jakarta Pada desaian pagar tanaman kediaman bapak Muh. Idris menggunakan konsep ketinggian, tetapi lebih simpel dan hanya terdiri dari dua strata. Tanaman paling rendah atau bagian depan menggunakan tanaman agave yang dikombinasikan dengan tanaman nanas – nanasan ( Bromeliaceae ) agar tidak monoton. Sementara bagian belakangnya ditanami euphorbia (Euphorbia milii) yang disusun secara linier. Penggunaan Pagar Tanaman di Kediaman Maslam, Bumi Harapan Permai, Jakarta Pagar tanaman kediaman Maslam menggunakan jenis tanaman yang tajuknya bermassa atau berkesan besar seperti tanaman rumbai. Desain pagar tanaman yang berkesan besar sangat cocok dengan halaman luas dan berada di pinggir jalan besar atau utama. Agar tidak berkesan monoton, pagar dikombinasikan dengan tanaman teh – tehan yang dipangkas sedemikian rupa pada jarak – jarak tertentu dengan aksen pemanis berupa tanaman talas hias ( Alocasia macrhorrhiza). Penggunaan Pagar Tanaman di Kediaman Titut W, Ciracas, Jakarta Pagar tanaman kediaman Titut, W menggunakan tanaman jenis kaktus. Tanaman kaktus yang digunakan tumbuh setinggi 1,5 m. Fungsi tanaman sebagai filter sudah terpenuhi, di tambah dengan karateristik kaktus yang berduri membuat faktor keamanan menjadi lebih tinggi dibandingkan menggunakan jenis tanaman lain. Kekurangannya antara lain jenis tanaman ini sulit dipangkas. dan banyak mengeluarkan getah. bahkan jika pertumbuhannya tidak di control, pagar terlihat kusam dan terkesan tidak terawat. PENUTUP Setelah melakukan survey dan studi kasus di tiga tempat yang berbeda yaitu di daerah pedesaan ( desa kramas banyumanik, desa Mangunsari Gungung Pati, desa Keji Mapagan, Jalan Banaran No.8 Gunung Pati ) perkotaan dibedakan menjadi dua yaitu : yang berada di dekat jalan raya (Jl Argopuro No. 11B, Jalan Argopuro 6C, Jalan Patimura 1A, Jalan Sampangan No.52), daerah yang berada di tengah kota jauh dari kebisingan lalu lintas jalan raya ( Kelurahan Srondol Barat, Puspowarno VII no.42 ) dan Perumahan Graha Estetika, kami dapat menyimpulkan yaitu : Penggunaan pagar tanaman berbeda, tergantung lokasi dan keadaan lingkungan. Karena berbeda lokasi fungsi pagar tanaman menjadi berbeda. Jenis pagar tanaman yang paling banyak diminati baik di daerah pedesaan, perkotaan, maupun perumahan adalah jenis tanaman perdu tinggi yaitu jenis teh – tehan, karena mudah di dapat, perawatannya mudah juga dapat di bentuk sesuai keinginan pemilik. Penggunaan pagar tanaman sangat tepat di gunakan untuk bangunan – bangunan yang berada di daerah perkotaan yang padat dan di lalui jalur lalu lintas, karena dapat menjadi penghalang debu jalanan, polusi, dan kebisingan. Penggunaan pagar tanaman di perumahan yang tingkat keamanannya tinggi banyak menggunakan tanaman hias, yang lebih banyak berfungsi sebagai elemen estetika. Pagar tanaman di perkotaan mencapai ketinggian 2,00 meter lebih, hal ini dikarenakan masyarakat perkotaan yang cenderung individualis, oleh karena mereka membutuhkan privacy space. Tanaman pagar di perkotaan berfungsi sebagai antisipasi lingkungan yaitu sebagai filter suara dari kebisingan lalu lintas, penyaring udara dari polusi. Disamping itu pagar tanaman juga berfungsi sebagai control pandangan dari lingkungan luar, untuk itu tanaman pagar di buat dengan ketinggian tertentu agar dapat menciptakan ruang pribadi. Tanaman pagar di pedesaan banyak menggunakan tanaman perdu seperti teh – tehan, tetapi banyak juga menggunakan tanaman palawija dan tanaman produktif sebagai pagar. Contoh tanaman produktif seperti ubi kayu. Sebagian besar masyarakat pedesaan menggunakan pagar tanaman sebagai pembatas lahan, hanya sebagian kecil yang menggunakan pagar tanaman sebagai elemen estetika dan sebagai pengaman. Hal ini di karenakan mayoritas masyarakat pedesaan adalah petani, dan mereka termasuk golongan masyarakat menengah ke bawah yang kurang memperhatikan maslah keamanan dan estetika. Perbedaan Pagar tanaman di perkotaan dan pedesaan, perbedaan penggunaan pagar tanaman di perkotaan dan pedesaan dapat di jabarkan sebagai berikut : PERKOTAAN NO. KETERANGAN TEPI JALAN RAYA TENGAH KOTA PERUMAHAN 1. Jenis Tanaman Teh – tehan Kaktus Bambu (bambu jepang ) Teh – tehan Krokot merah Kembang sepatu Teh - tehan 2. Ketinggian 2.00 – 2.50 meter 1.00 – 1.50 meter 0.60 – 1.50 meter 3. Fungsi Pagar Sebagai garis batas kepemilikan lahan Sebagai pengaman Sebagai filter debu, suara dan bau Menyerap polusi Nilai estetika Sebagai garis batas kepemilikan lahan Sebagai batas fisik Menyerap polusi Menyerap air hujan Nilai estetika Sebagai garis batas kepemilikan lahan Menambah nilai estetika Menyerap CO2 dan melepas O2 pada siang hari Sebagai pengaman/privasi Sebagai penahan air hujan PEDESAAN No. KETERANGAN DI PEDESAAN 1. Jenis Tanaman Teh – tehan Ubi Kayu (singkong) Pohon Waru 2. Ketinggian 0.50 – 1.50 meter 3. Fungsi Pagar Sebagai garis batas kepemilikan lahan Sebagai batas fisik Menyerap CO2 dan melepas O2 pada siang hari Sebagai penagan air hujan Sebagai pengaman Saran Setelah menganalisa dan mengambil kesimpulan, ada beberapa saran dalam pemilihan pagar tanaman : Untuk bangunan di perkotaan lebih baik menggunakan pagar tanaman yang dapat menyerap polusi dengan baik, jenis tanaman pagar yang dapat menyerap polusi adalah jenis bambu, jenis perdu tinggi seperti teh – tehan, kerapatan pagar tanaman juga mempengaruhi fungsi pagar tanaman sebagai barrier terhadap polusi. Untuk mengurangi bau tidak sedap, karena bangunan berada dekat dengan sumber bau seperti tong sampah dan selokan, jenis pagar tanaman yang dapat di gunakan adalah jenis tanaman mint atau lidah mertua, karena kedua jenis tanaman ini dapat mengurangi bau dengan alami. Untuk pagar pohon yang berada di jalan raya sebaiknya menggunakan jenis glodokan tiang. Jenis glodokan tiang dapat menjadi alternatif karena dapat menyerap partikel timbal. Untuk pagar tanaman di daerah pedesaan sebaiknya di olah dengan lebih baik, agar fungsinya tidak hanya sebagai pembatas kavling juga dapat menambah estetika bangunan. Seperti contoh pengolahan tanaman pagar dari teh – tehan dengan bentuk – bentuk yang menarik. Rekomendasi Desain Alternative Desain Pertama Penggunaan krokot merah sebagai pagar tidak memenuhi fungsi pagar sebagai pengaman, hal ini dikarenakan ketinggian krokot yang hanya mencapai 50 cm, selain itu batang krokot terlalu kecil. Alternatif desain yang dapat di funakan adalah penggunaan pagar tanaman dari krokot bersama – sama dengan pagar tanaman jenis perdu seperti teh – tehan. Teh – tehan ditanam dengan ketinggian tertentu agar dapat memenuhi syarat sebagai pagar pengaman. Ketinggian pagar anata 1,50 – 2,00 meter. Alternatif Desain Kedua Penggunaan pagar kaktus dapat menjadi pagar pengaman yang baik, karena kaktus memiliki duri – duri yang tajam. Kekurangan pagar kaktus adalah jika tidak di pangkas akan kelihatan suram dan menakutkan. Alternatif desain yang dapat di gunakan gar pagar kaktus terlihat lebih indah adalah dengan penggunaan pagar kaktus bersama – sama dengan tanaman pagar lainnya, seperti ; sansieviera dan krokot merah. Kaktus di tanam dengan ketinggian diatas 1,50 meter, hal ini agar kaktus dapat berfungsi sebagai pengaman. Pada bagian depan di tanam sansieviera dan krokot merah. Gabungan krokot merah dan sansieviera memberikan nilai estetika, karena warnanya yang kontras. Alternatif Desain Ketiga Penggunaan pagar tanaman dari teh – tehan banyak di gunakan di setiap lapisan masyarakat. Di pedesaan hampir sebagian besar masyarakatnya menggunakan pagar tanaman dari teh – tehan. Hanya saja desain pagar teh – tehan yang di gunakan masyarakat desa cenderung monoton dan kurang variatif Alternatif desain menggunakan pagar teh – tehan dengan pemangkasan berbentuk lengkung dapat menjadi pilihan. Agar pagar teh – tehan terlihat lebih menarik pada bagian depan pagar dapat di tambah dengan tanaman lain, seperti contoh tanaman air, bawang – bawangan, tapak dara dll. Alternatif Desain Keempat Alternatif lain penggunaan pagar tanaman dengan teh – tehan dengan pemangkasan bentuk yang berbeda, seperti pemangkasan membentuk kotak atau persegi, dan dipangkas dengan ketinggian yang berbeda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar