Kamis, 25 April 2013

PENGGUNAAN PEKARANGAN TERPADU



PENDAHULUAN
Ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga merupakan bagian dari sistem Ketahanan Pangan yang harus dibangun dengan pemberdayaan masyarakat luas, pencapaian Ketahanan pangan tersebut dapat diupayakan diantaranya melalui pengelolaan pekarangan terpadu berbagai jenis tanaman, ternak dan ikan, karena kegiatan pengelolaan pekarangan tersebut diharapkan akan menjamin ketersediaan pangan secara beragam dan terus menerus. Sehingga tercapai konsumsi pangan yang berbasis Beragam, Berimbang Bergizi dan Aman ( 3B ) sekaligus dapat menambah penghasilan keluarga.
PENGERTIAN PEKARANGAN
Pekarangan : adalah sebidang lahan darat baik lahan kering maupun lahan basah yang jelas batas – batasnya dan terletak dilingkungan pemukiman yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan, peternakan dan perikanan guna meningkatkan pangan keluarga yang berbasis 3B
Pengelolaan Pekarangan Terpadu : Penataan Pekarangan Terpadu yang diharapkan adalah pekarangan yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman yang mencakup tanaman semusim dan tahunan, ada ternak dan / atau ikan yang sesuai deengan potensi wilayah dan disukai oleh masyarakat.
MANFAAT PEKARANGAN
Pada dasarnya memanfaatkan / mengelola pekarangan adalah pekerjaan yang menyenangkan
dan relatif mudah karena :
1.  Pengaturan tanaman dan pemeliharaan ternak serta ikan di pekarangan terpadu dapat menambah keindahan rumah sekaligus memperbaiki dan memelihara lingkungan hidup.
2.  Teknologi tepat guna bisa dilaksanakan di rumah untuk mengolah hasil pekarangan,  sebagai sumber pangan lokal dan peningkatan pendapatan.
3.  Pengaturan pergiliran tanaman dan pemeliharaan ternak dan ikan yang baik bahan makanan dapat dihasilkan secara terus menerus dan jenisnya bermacam – macam.
4.  Kotoran ternak dapat dimanfaatkan untuk pupuk.
5.  Sisa tanaman dapat dipergunakan untuk makanan ternak dan ikan.
MANAJEMEN PEKARANGAN
·     Kelompok Sayuran.
Berdasarkan nilai gizinya, kelompok sayuran merupakan sumber vitamin khususnya vitamin A  dan sumber mineral  terutama zat kapur, besi dan fosfor. Berdasarkan besar kecil kandungan vitaminnya kelompok sayuran dibedakan menjadi 2 ( dua ) kelompok, yaitu :
1.      Kelompok A
Jenis sayuran yang termasuk dalam kelompok A ini mengandung provitamin A antara 1.000 – 5.000 I.U dalam setiap 100 gram bahan – bahan.
Jenis – jenisnya adalah sebagai berikut : Bayam, Katuk, tomat, daun mlinjo, daun pepaya.
2.      Kelompok B
Sayuran yang masuk dalam kelompok B lebih sedikit mengandung karotin ( provitamin A ) dibanding dengan kelompok A. setiap 100 gram sayuran ini mengandung 500 – 1.000 I.U. provitamin A.
Jenis – jenis sayuran tersebut adalah sebagai berikut : Kecipir, melinjo, terong, kembang turi.
·     Kelompok buah – buahan
Buah – buahan pada umumnya merupakan sumber vitamin dan mineral terutama vitamin C. Jenis buah – buahan yang dianjurkan  untuk dikonsumsi dan mengandung 30 Mg – 80 Mg vitamin C dalam setiap 50 – 100 gram buah segar adalah sebagai berikut :
Pepaya, mangga, pisang.
¨ Untuk Ternak
Jenis ternak yang diusahakan dipekarangan terpadu sebagai berikut :
1.  Ternak yang cepat besar dan mudah berkembang.
2.  Disukai masyarakat.
3.  Menguntungkan.
4.  Mudah diternakan
5.  Tidak memerlukan modal besar.
Jenis ternak yang bisa dikembangkan antara lain : Ayam, itik, kelinci, puyuh, kambing dll.
¨ Untuk Ikan
Ikan yang diusahakan di pekarangan terpadu sebagai berikut :
1.  Ikan yang cepat besar dan cepat berkembang biak.
2.  Ikan disukai oleh masyarakat.
3.  Ikan yang mudah diusahakan.
Jenis ikan yang mudah dikembangkan antara lain : Ikan mas, ikan tawes, ikan gurami, ikan sepat, ikan lele, ikan nilam dll.
PENANGANAN HASIL
Beberapa petunjuk cara pemanenan hasil pekarangan yang benar adalah sebagai berikut :
1.  Panenlah pada saat yang tepatyaitu sudah cukup umur, dengan demikian jumlah nilai gizi yang diperoleh akan cukup.
2.  Panenlah hati – hati agar tidak merusak tanaman karena bila tidak akan menyebabkan kerusakan hasil panen.
3.  Sisakan beberapa tanaman untuk perbanyak benih, agar tanaman dapat berlangsung terus ( kelestarian tanaman ).
4.  Untuk ikan, ambilah minimal setelah 3 bulan dipelihara sehingga sudah cukup besar untuk dikonsumsi.
5.  Untuk ternak, apabila akandikonsumsi pilihlah dariyang jantan dan betina yang tidak menghasilkan keturunan lagi ( tidak produktif ).
INOVASI TEKNOLOGI
·     Penanganan hasil pekarangan bisa ditangani secara hasil segar maupun olahan.
·     Penanganan segar bisa dilakukan dengan pemilihan, pemilahan ( grading ), dan pengepakanpengepakan yang baik, untuk dipasarkan secara lebih aman dan menguntungkan.
·     Penanganan olahan dilakukan dengan alat – alat sederhana seperti :
·     Alat perajang untuk singkong dan pisang
·     Alat penepung untuk ubi
·     Alat penggoreng untuk keripik
·     Alat pengepres untuk packing.
PENETRASI PASAR
1.      Kegiatan ini dilakukan agar hasil pengelolaan pekarangan yang berlebih bisa diproses lebih lanjut secara segar maupun olahan.
2.      Hasil prosesing dilaporkan mitra pasar, sehingga hasil pekarangan terpadu punya nilai tambah untuk meningkatkan pendapatan kelompok.
Disusun Oleh :
ADHI SUSILO, SP
NIP : 196404151996031001

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar