Powered By Blogger

Kamis, 25 April 2013

BP4K : CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH PERTANIAN



BP4K : Cara Pembuatan Pupuk Cair dari limbah pertanian
Pupuk Organik Cair adalah zat penyubur tanaman yang berasal dari bahan-bahan organik dan berwujud cair. manfaat Pupuk Organik Cair adalah : Untuk menyuburkan tanaman ; Untuk menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah ; Untuk mengurangi dampak sampah organik di lingkungan sekitar


Keunggulannya adalah : Mudah, murah,Tidak ada efek samping
Kekuranganya : Perlu ketekunan dan kesabaran yang tinggi, hasilnya kurang banyak.
Bahan baku pupuk cair yang sangat bagus yaitu bahan organik basah atau bahan organik yang mempunyai kandungan air tinggi seperti sisa buah-buah dan sisa sayuran (wortel, labu, sawi,selada, kulit jeruk, pisang, kol dll ). Semakin besar kandungan selulosa dari bahan organic (C/N ratio) maka proses penguraian oleh bakteri akan semakin lama. Selain mudah terdekomposisi, bahan ini kaya nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
Sebelum membuat pupuk organik cair, berbahan baku sampah organik, perlu dibuatkan dahulu pembuatan molase dan pembiakan bakteri EM., untuk bahan pengurai.

Cara membuatan Molase
Molase, yaitu: sari tetes tebu ( limbah dari pabrik gula).
Cara pembuatan molase , yaitu dengan melarutkan gula merah/putih ke dalam air bersih (tanpa kaporit) dengan perbandingan 1:1 artinya satu bagian gula dilarutkan kedalam satu bagin air.

Cara Pembiakan Bakteri EM-4.
Cairan bakteri EM dapat dikembangbiakkan sendiri dengan cara:
Bahan : Cairan EM-4 --- 1 liter ; Bekatul --- 3 kg ; Molase (dalam keadaan cair) --- ¼ liter ; Air kepala dari kelapa yang sudah tua 2 liter (yang baru di kupas) ; Air bersih tanpa kaporit 5 liter

Peralatan: Ember, Pengaduk kayu, Panci pemasak air, Saringan (kain kasa), Botol
Cara pembuatan:
• Panaskan 5 lt air air sampai mendidih
• Masukkan bekatul, molase , aduk hingga rata
• Dinginkan adonan tsb hingga suhu kamar
• Setelah dingin masukkan cairan EM, aduk hingga rata.
• Masukan air kelapa
• Tutup rapat selama 2 hari, jangan dibuka-buka.
• Pada hari ke-3 dan selanjutnya, penutup agak di renggangkan/ jangan terlalu rapat,
• Aduk-aduk setiap harinya selama ± 10 menit
• Setelah 1 minggu, bakteri sudah dapat diambil dan disaring, masukkan ke dalam botol
• Simpan botol di ruang sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Cairan EM turunan siap digunakan untuk membuat pupuk organik cair
Agar bakteri mendapat kebutuhan oksigen, tutup botol jangan terlalu rapat atau biarkan terbuka.

Pembuatan Pupuk Organik Cair
Proses pembuatan pupuk cair organik berlangsung secara anaerob atau secara fermentasi tanpa bantuan sinar matahari.
Bahan:
Sampah organik basah, rajang / hancurkan; masukan kedalam tong atau gallon bekas cat tembeok.
Larutan media:
• Cairan molase --- 500 ml
• EM turunan ------500 ml
• Air bekas cucian beras (cucian pertama) --- 1 liter
• Air bersih --- 7 liter
Peralatan:
• Ember tertutup ukuran. 20 lt
• Karung serat sintetis
• Tali
Cara pembuatan:
Masukkan sampah organic ke dalam tong atau ember bertutup ; masukkan larutan media ke dalam ember. Simpan selama 7-10 hari di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung. Setelah proses fermentasi selesai, saring dengan menggunakan kain kasa. Pupuk cair organik sudah dapat digunakan.
Cara penggunaan
- Untuk pemupukkan daun caranya disemprotkan dengan consentrasi 2 cc/lt air.
- Untuk pemupukkan akar dengan menyiram tanaman (5 lt air : 10 ml pupuk organik cair).
- Untuk mengurangi bau khas pupuk organik cair dapat dicampur dengan perasandaun pandan.

Selamat mencoba

Ditulis Oleh :  Saeful Hodijah,S.ST

Sumber : BP3K Ciseeng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar